dip
Belikan Kopi
Modul 02 · Balita & latihan toilet

Rutin balita di kedua rumah yang benar-benar berhasil

By the dip team · Clinical consultant: Pauline Sam, MD ·

0–39 menit bacaInti
Rutin balita di kedua rumah yang benar-benar berhasil

Rutin balita di kedua rumah yang benar-benar berhasil

Modul 02 · Balita & latihan toilet · Artikel 01 · Wave 1 · umur 0-3


Selasa sore. Anak perempuanmu yang berumur delapan belas bulan baru saja bangun dari tidur siang. Dia berjalan masuk ke dapur dengan kaus kaki sebelah, sambil memeluk boneka lembut yang sudah menemaninya selama empat belas bulan. Dia menatapmu. Dia menatap pintu. Dia berkata, Ayah?

Kamu tidak tahu Ayah ada di mana sekarang. Kamu tahu dia akan menjemput pukul empat. Kamu tahu tasnya sudah dikemas. Kamu tahu bonekanya akan ikut. Kamu tahu dia akan menangis di depan pintu, dan kamu tahu itu normal, dan kamu juga tahu dadamu sendiri terasa sesak setiap kali itu terjadi.

Beginilah kira-kira bentuk dua tahun ke depan. Artikel ini soal cara membuatnya berhasil.

Apa yang sebenarnya sedang dilakukan balita secara perkembangan

Balita bukan anak besar dengan kemampuan menalar yang lebih sedikit. Balita adalah satu tahap perkembangan dengan logika dalamnya sendiri.

Apa yang sedang terjadi antara umur nol sampai tiga tahun:

  • Sistem kelekatan sedang terbentuk dalam dua tahun pertama dan terus mengukuh sepanjang tahun ketiga. Anak sedang belajar, di dalam tubuhnya, bahwa dunia ini punya orang-orang dewasa yang bisa diandalkan.
  • Permanensi objek sedang mengukuh di sekitar umur 8 sampai 9 bulan. Sebelum itu, orang tua yang tidak terlihat, dalam arti yang sebenarnya, sudah hilang. Setelah itu, anak bisa memegang sosok orang tua dalam pikirannya melewati satu ketidakhadiran, tapi pegangan itu rapuh. Jeda dua hari terasa lebih panjang daripada jeda dua jam. Jeda seminggu tidak tertanggungkan.
  • Bahasa sedang meledak antara umur 18 bulan dan 3 tahun. Anak menyerap kosakata dengan kecepatan luar biasa. Setiap rumah punya tekstur bahasanya sendiri. Kata yang berbeda untuk hal yang sama. Irama bicara yang berbeda. Sistem saraf balita menyerap semuanya.
  • Rutin adalah cara regulasi terjadi. Balita tidak meregulasi diri sendiri. Mereka beregulasi bersama lewat keterprediksian. Hal yang sama, pada waktu yang sama, dalam bentuk yang sama. Begitu keterprediksian itu pecah, mereka pun berantakan.

Inilah sebabnya realitas kedua rumah lebih berat bagi balita ketimbang bagi anak yang lebih besar. Anak yang lebih besar bisa memegang sosok orang tua dalam pikiran melewati ketidakhadiran. Anak yang lebih besar bisa meregulasi diri menembus perubahan. Balita belum bisa. Mereka butuh struktur yang lebih stabil, lebih bisa diprediksi, lebih terpegang.

Kabar baiknya, ini memang bisa dilakukan. Balita bisa tumbuh dengan baik dalam pengaturan kedua rumah. Pengaturannya hanya perlu menghormati apa yang sebenarnya dibutuhkan balita, bukan apa yang terasa adil bagi orang dewasa.

Lima hal yang harus berjalan

Ada lima hal yang harus berjalan untuk balita di kedua rumah. Kalau lima ini berjalan baik, hampir semua hal lain mengikut. Kalau salah satu dari lima ini rusak, sisanya pada akhirnya akan ikut terurai.

Tidur. Balita butuh tidur yang bisa diandalkan. Artinya jam tidur malam yang konsisten, jam tidur siang yang konsisten, benda penenang yang sama, dan ritual menjelang tidur yang bisa dibawa berpindah antara kedua rumah (Modul 01 (Tidur, terpisah & bersama) Artikel 02 membahas ini secara mendalam). Kedua rumah tidak harus mengurus waktu tidur dengan cara yang persis sama. Yang harus dihasilkan kedua rumah adalah anak yang cukup tidur. Balita yang kurang tidur akan terdisregulasi dalam segala hal lainnya.

Makan. Balita makan dalam pola. Mereka makan hal yang sama. Mereka makan pada waktu yang sama. Mereka menolak hal baru, dan itu normal. Kedua rumah perlu tahu apa yang sedang dimakan anak sekarang, apa yang sedang ditolaknya, alergi apa yang sudah muncul, makanan baru apa yang baru saja diperkenalkan. Gangguan pada makan muncul sebagai tangisan, kemunduran, atau tidur yang terganggu dalam waktu 24 jam.

Benda penenang. Benda fisik paling penting dalam hidup balita adalah apa pun yang dia bawa ke tempat tidur. Boneka. Selimut. Selembar kain tertentu. Apa pun itu, ia harus ada di setiap rumah, setiap malam, setiap tidur siang. Kalau hilang, balita akan menangis berjam-jam. Kalau tertinggal di salah satu rumah, dua hari berikutnya jadi lebih berat untuk semua orang. Solusi praktisnya adalah menyimpan satu benda penenang cadangan di masing-masing rumah. (Balita bisa saja menerima cadangan itu, bisa juga tidak. Itu masalah tersendiri, dibahas di artikel 09 modul ini.)

Keterprediksian soal siapa dan kapan. Balita semestinya tahu, di dalam tubuhnya, kapan dia akan bertemu masing-masing orang tua. Bukan berarti dia bisa membaca kalender. Maksudnya iramanya harus cukup bisa diandalkan sampai tubuh anak menebaknya dengan benar. Sekarang aku di tempat Bunda. Besok pagi Ayah datang. Kalau iramanya terus berubah, anak tetap waspada, mencari-cari tanda soal kapan. Mereka tidak tenang.

Regulasi orang tua sendiri. Inilah satu hal yang paling enggan dilihat kebanyakan orang tua, dan ia bekerja lebih banyak daripada empat hal lainnya digabung. Balita pada usia ini tidak bisa meregulasi diri. Mereka beregulasi bersama. Apa pun yang sedang dilakukan sistem saraf orang tua, sistem saraf balita meminjamnya. Orang tua yang tenang menghasilkan balita yang lebih tenang. Orang tua yang sedang berduka atas perpisahan, cemas soal jadwal, atau diam-diam marah pada Co-Parent akan menularkan itu, dan balita memegangnya di dalam tubuhnya. Perilaku balita, sangat sering, adalah variabel turunan dari keadaan sistem saraf seisi rumah. Orang tua tidak harus teregulasi dengan sempurna. Orang tua harus sedang mengusahakannya. Terapi. Tidur. Seorang teman untuk diajak bicara. Jalan kaki setiap hari. Apa pun yang menstabilkanmu, secara tidak langsung menstabilkan balita. Ini bukan pilihan. Inilah fondasi di bawah empat pilar lainnya.

Soal jadwal untuk balita

Pertanyaan yang paling banyak diperdebatkan dalam hidup balita di kedua rumah adalah jadwalnya. Berapa lama anak tinggal di masing-masing rumah? Seberapa sering mereka berpindah?

Prinsip klinisnya, menurut sub-usia:

0 sampai 12 bulan. Kedua orang tua ditemui dengan sering. Paling lama setiap dua sampai tiga hari tanpa kontak. Kunjungan singkat. Menginap di rumah yang bukan rumah utama biasanya belum disarankan sebelum 12 bulan, kecuali itu memang pola yang sudah terbentuk. Bayi belum punya perangkat kognitif untuk memegang sosok orang tua yang tidak hadir dalam pikiran untuk waktu lama. Singkat dan sering adalah prinsip kerjanya.

12 sampai 24 bulan. Prinsipnya sama. Kedua orang tua ditemui beberapa kali seminggu. Menginap mungkin mulai bisa dilakukan dalam rentang ini, asalkan kedua orang tua adalah pengasuh yang responsif dan anak sudah punya rutin menginap yang mapan. Menginap lebih dari dua malam di satu rumah biasanya terlalu lama.

2 sampai 3 tahun. Anak sekarang sudah bisa memegang sosok orang tua dalam pikiran melewati jeda yang lebih panjang. Menginap 2 sampai 3 malam bisa dijalani. Sebagian anak pada usia ini sanggup menjalani akhir pekan panjang 3 malam. Prinsipnya tetap sering ketimbang lama, tapi rentangnya bisa direnggangkan.

3 sampai 4 tahun. Sebagian besar rancangan jadwal bisa dijalani di sini. Anak sedang keluar dari tahap balita. Prinsipnya bergeser ke arah apa yang berhasil untuk anak empat tahun, yang lebih dekat dengan logika usia sekolah.

Kalau jadwalmu sekarang tidak cocok dengan rentang perkembangan yang sedang dijalani anakmu, jadwal itu bagian dari masalahnya. Jadwal bisa disesuaikan seiring anak tumbuh. Ia tidak harus ditetapkan sekali lalu dipegang selamanya. (Lihat Modul 06 (Jadwal & rotasi) Artikel 01 tentang cara memilih jadwal.)

Peralihan itu sendiri

Saat paling berat dalam hidup seorang balita di kedua rumah adalah peralihannya. Serah-terimanya (diperkenalkan di Modul 06 Artikel 01). Layak untuk dibahas secara spesifik.

Balita menangis saat serah-terima. Ini bukan tanda pengaturannya rusak. Ini tanda anak punya kelekatan. Kedua orang tua semestinya mengantisipasinya. Tidak ada orang tua yang boleh menafsirkannya sebagai vonis atas pola asuhnya atau atas rumah yang satu lagi.

Apa yang membantu peralihan:

  • Waktu yang sama setiap kali
  • Ritual singkat di depan pintu (satu kalimat, satu pelukan, satu lambaian)
  • Benda penenang ikut bersama anak
  • Tas yang dipakai adalah tas yang sama
  • Orang tua penerima dalam keadaan tenang dan siap
  • Orang tua yang berangkat pergi dengan bersih (tanpa perpisahan berlarut, yang justru memperpanjang disregulasi)

Apa yang tidak membantu:

  • Perpisahan beremosi yang panjang
  • Membahas urusan teknis di depan anak
  • Orang tua yang berangkat menunjukkan kesedihan di depan pintu
  • Orang tua penerima buru-buru mendorong anak ke aktivitas berikutnya
  • Tawar-menawar atau putaran sebentar lagi ya

Peralihan butuh sekitar 15 sampai 30 menit bagi balita untuk tenang di sisi penerima. Sediakan waktu untuk itu. Jangan coba mengerjakan hal lain dalam menit-menit itu. Peluk anak. Biarkan tangisnya keluar kalau memang ada tangis. Pelankan napasmu sendiri. Begitu tubuh tenang, ia akan tetap tenang. Lain kali akan sedikit lebih mudah.

Serah-terima yang berhasil, secara rinci. Orang tua penerima tiba pada waktu yang disepakati. Pintu sudah terbuka atau dia masuk begitu saja (mengikuti pola yang sudah terbentuk). Sapaan singkat kepada orang tua yang berangkat. Tas sudah ada di dekat pintu. Benda penenang ada di dalam tas. Orang tua penerima mengambil tas dan menggendong anak dalam satu gerakan, mengucapkan kalimat yang sama setiap kali (halo sayang, ayo kita berangkat), tidak menanyakan kepada balita apakah dia mau pergi (itu menciptakan pilihan yang tidak bisa dibuat balita). Orang tua yang berangkat mengucapkan satu kalimat perpisahan singkat (dadah sayang, sampai ketemu Jumat) lalu melambai. Pintu mobil tertutup dalam dua atau tiga menit sejak kedatangan. Seluruhnya memakan waktu lima menit. Tangisnya, kalau ada, terjadi di mobil atau setelah mereka sampai di rumah. Sampai di rumah yang baru, balita itu sudah bertanya soal makan malam.

Inilah koreografinya. Mempersingkatnya bukan tindakan kejam. Balita lebih baik dengan peralihan yang bersih ketimbang peralihan emosional yang berkepanjangan. Kesedihan orang tua yang berangkat di depan pintu membuat peralihan jadi lebih berat bagi anak, bukan lebih ringan.

Apa yang harus dilakukan saat tidak berhasil

Ada tanda-tanda bahwa pengaturan yang sekarang tidak berhasil untuk balita. Tanda-tanda itu layak ditanggapi dengan serius.

Tanda yang perlu dicermati:

  • Anak terus-menerus tidak bisa ditenangkan saat serah-terima, lebih dari 30 menit
  • Tidur terganggu di kedua rumah selama lebih dari dua minggu
  • Perilaku baru muncul yang sebelumnya tidak ada (membenturkan kepala, kemunduran yang parah, terus terbangun di malam hari)
  • Anak tampak datar atau menarik diri, bukannya mengungkapkan emosi
  • Pola makan turun drastis selama beberapa hari berturut-turut

Kalau salah satu dari ini sedang terjadi, pengaturannya mungkin perlu disesuaikan. Penyesuaian yang mungkin, menurut urutan seberapa sering ia membantu:

  1. Persingkat rotasinya. Peralihan lebih sering, masa tinggal lebih pendek.
  2. Kirim benda penenang dengan lebih bisa diandalkan. Pastikan tasnya tas yang sama setiap kali.
  3. Seragamkan ritual menjelang tidur di kedua rumah (Modul 01 Artikel 02).
  4. Jadwalkan kunjungan singkat di tengah minggu kalau jeda antara orang tua terlalu panjang.
  5. Bicara dengan dokter anak atau psikolog anak kalau tanda-tandanya berlanjut lebih dari beberapa minggu.

Yang bukan jawabannya: mengeraskan jadwal yang sekarang dan berharap anak menyesuaikan diri. Balita tidak menyesuaikan diri dengan jadwal yang tidak cocok dengan rentang perkembangannya. Mereka memprotes, dan protesnya membesar dari waktu ke waktu, bukan mengecil.

Penutup

Balita bisa tumbuh dengan baik dalam pengaturan kedua rumah. Balita memang berhasil, setiap hari, di seluruh dunia.

Pengaturan yang berhasil untuk balita adalah yang di dalamnya tidur bisa diandalkan, makan bisa diandalkan, benda penenang selalu bersamanya, irama soal siapa dan kapan bisa diprediksi, dan orang tua sedang mengusahakan regulasi mereka sendiri. Itulah keseluruhannya.

Kesetaraan waktu antara orang tua bukan tujuan pada usia ini. Kestabilan soal siapa yang melakukan apa, dan kapan, itulah tujuannya. Kestabilan itulah yang membangun kelekatan aman yang akan dibawa balitamu ke sepanjang sisa hidupnya. Percakapan soal keadilan bukan percakapan untuk tahap balita. Itu percakapan orang dewasa, dan ia bisa menunggu.

Sekarang ini, balita butuh tidur, makan, benda penenang, keterprediksian soal Ayah, dan orang tua yang sedang mengerjakan tugasnya sendiri agar tetap stabil. Lima pilar itulah seluruh rancangannya.

Itulah rutin balita di kedua rumah yang berhasil.

Ini adalah materi swadaya yang mendukung, bukan nasihat medis, psikologis, atau hukum, dan bukan pengganti bantuan profesional yang berkualifikasi. Jika Anda atau anak Anda mungkin dalam bahaya, hubungi layanan darurat setempat.