dip
Belikan Kopi
Modul 02 · Balita & latihan toilet

Rencana latihan toilet untuk kedua rumah

By the dip team · Clinical consultant: Pauline Sam, MD ·

0–39 menit bacaInti
Rencana latihan toilet untuk kedua rumah

Rencana latihan toilet untuk kedua rumah

Modul 02 · Balita & latihan toilet · Artikel 02 · Wave 1 · umur 0-3


Anakmu yang berumur dua tahun sudah menunjukkan tanda-tandanya selama berminggu-minggu. Dia memberitahumu kalau popoknya basah. Dia mulai tertarik dengan toilet. Dia bisa tetap kering selama dua jam berturut-turut. Kamu pun sudah siap memulai. Kamu sudah beli potty, sudah beli buku-bukunya, sudah beli celana dalam khusus bergambar dinosaurus.

Tapi kamu belum mulai, karena kamu nggak tahu apa yang akan dilakukan Co-Parent di rumahnya. Kamu sudah mencoba membicarakan ini tiga minggu lalu, tapi obrolannya nggak benar-benar nyambung. Jadi sejauh ini, kamu mendudukkan dia di potty saat dia bersamamu, dan memulangkannya dengan popok saat dia ke sana.

Tiga bulan kemudian, dia sudah nggak mau lagi duduk di potty.

Artikel ini membahas cara menghindari hal itu, atau cara pulih darinya. Versi latihan toilet untuk kedua rumah memang benar-benar lebih sulit daripada versi satu rumah. Tapi ini juga berhasil dilakukan, setiap hari, oleh puluhan ribu keluarga. Variabel yang membuatnya berhasil itu bisa dikenali dan jumlahnya tidak banyak. Artikel ini menjabarkan semuanya.

Kenapa latihan toilet di kedua rumah lebih sulit secara struktur

Balita yang sedang belajar keterampilan baru butuh konsistensi. Aba-aba yang sama, kata-kata yang sama, ingatan tubuh yang sama, perayaan yang sama. Saat anak punya kedua rumah yang menjalankan aturan berbeda, dua hari sekali dia harus belajar ulang apa yang sedang terjadi.

Anak itu bukan sedang menyusahkan. Dia sedang diminta belajar keterampilan yang sama dua kali, dengan sinyal yang bertentangan. Di rumah Bunda, aku duduk di potty. Di rumah Ayah, aku pakai popok. Sebagian besar balita menghadapi ini dengan cara menyerah pada keduanya. Latihannya mandek atau malah mundur.

Prinsip intinya: kedua rumah harus melakukan hal yang sama, pada waktu yang sama, dengan kata-kata yang sama. Kalau kamu nggak bisa mencapai keselarasan ini dengan Co-Parent, latihan toilet akan jadi dua kali lebih lama dan dua kali lebih sulit, dan mungkin sama sekali nggak berhasil dalam rentang usia balita.

Inilah pembicaraan yang harus dilakukan lebih dulu. Semua hal lain dalam artikel ini mengikuti setelahnya.

Catatan untuk keluarga Indonesia: di banyak rumah, yang mengasuh balita di siang hari bukan cuma orang tua. Bisa nenek, tante, atau pengasuh. Keselarasan yang dimaksud artikel ini harus mencakup siapa pun yang ikut mengasuh di siang hari, di kedua rumah. Kalau nenek di satu rumah masih memakaikan popok karena merasa lebih praktis, latihannya akan macet persis seperti kalau salah satu orang tua tidak ikut. Libatkan mereka dalam rencana sejak awal, bukan sebagai pelaksana saja.

Tanda-tanda kesiapan, secara ringkas

Sebagian besar anak menunjukkan kesiapan antara umur 18 bulan dan 3 tahun. Ada yang lebih awal, ada yang lebih lambat. Tanda-tanda bahwa tubuhnya sudah siap:

  • Tetap kering selama dua jam atau lebih di siang hari
  • Menyadari dan memberitahumu saat popoknya basah atau kotor
  • Menunjukkan minat pada toilet, potty, atau melihat orang lain memakainya
  • Bisa menarik celana naik dan turun sendiri
  • Mengomunikasikan kebutuhannya (lewat kata atau isyarat) sebelum kejadian
  • Punya pola buang air besar yang kurang lebih bisa diperkirakan

Kamu nggak perlu keenam-enamnya. Tiga atau empat biasanya sudah cukup. Kalau hampir tidak ada satu pun, tunggu dulu. Anak yang didorong sebelum siap justru terlatih lebih lambat, bukan lebih cepat. Yang mulai terlambat sering terlatih dalam hitungan hari, sementara yang mulai terlalu dini bisa butuh berbulan-bulan.

Pertimbangan waktu khusus untuk kedua rumah: jangan mulai pada minggu saat anak akan berada di satu rumah untuk rentang yang luar biasa panjang. Kamu ingin kedua rumah dapat giliran dalam tiga atau empat hari pertama, supaya rutinitasnya terbentuk di kedua tempat dengan cepat. Kalau jadwalnya ada blok panjang (liburan, perjalanan kerja), tunggu sampai itu lewat dulu.

Pembicaraan dengan Co-Parent

Inilah pembicaraan yang menanggung beban paling besar. Perlakukan seperti itu.

Yang perlu dibawa:

  • Tanda-tanda kesiapan yang kamu amati, lengkap dengan tanggalnya
  • Usulan tanggal mulai, sebaiknya dua minggu dari sekarang
  • Usulan metode (salah satu dari tiga di bawah, atau apa pun yang terasa pas)
  • Usulan kosakata bersama
  • Usulan cara bertukar informasi antar rumah selama masa latihan
  • Daftar barang yang perlu disiapkan di masing-masing rumah

Yang perlu diminta:

  • Penilaian jujurnya soal apakah dia sanggup memegang aturan itu di rumahnya
  • Metode pilihannya, kalau dia punya
  • Pembacaan jujurnya soal waktunya (kadang satu rumah sedang menghadapi sesuatu yang membuat latihan toilet sulit dilakukan sekarang)
  • Kesepakatan untuk meninjau ulang dalam dua minggu kalau ternyata nggak berhasil

Kalau Co-Parent kurang terlibat sampai untuk membicarakan hal ini saja sulit, kamu sedang menghadapi masalah yang berbeda dari latihan toilet, dan Modul 08 (Komunikasi dengan Co-Parent) Artikel 01 (nada di atas isi) adalah titik awal yang lebih baik. Jangan coba menjalani latihan toilet sendirian di tengah kedua rumah. Anaklah yang menanggung biayanya.

Pembicaraannya, dibingkai dengan hangat: Kayaknya dia sudah siap. Aku pengen kita mulai sama-sama. Bisa kita atur rencananya?

Memilih metode

Ada tiga pendekatan yang umum. Tidak ada satu pun yang cocok untuk setiap keluarga. Metodenya tidak sepenting keselarasannya.

Bertahap. Perkenalkan potty. Mintalah anak duduk di atasnya pada waktu yang bisa diperkirakan (sesudah makan, sebelum mandi, sehabis bangun). Tanpa tekanan. Lanjutkan memakai popok sampai anak konsisten memakai potty atas inisiatif sendiri. Lambat tapi minim stres. Sering butuh 4 sampai 12 minggu.

Intensif (kadang disebut metode tiga hari). Kosongkan jadwal selama 3 sampai 5 hari. Anak memakai celana dalam atau tanpa apa-apa dari pinggang ke bawah. Aba-aba diberikan sering. Siapkan diri untuk banyak "kecelakaan". Banyak anak menguasai bagian siang hari dalam 3 sampai 7 hari dengan metode ini. Mengharuskan kedua rumah ikut menjalankannya dalam minggu pertama.

Berbasis hadiah. Stiker, hadiah kecil, perayaan saat anak memakai potty. Sering digabung dengan salah satu metode di atas. Sebagian keluarga merasa hadiah mempercepat, sebagian merasa itu malah menciptakan kecemasan sendiri. Coba dengan anakmu.

Pilih satu. Kedua rumah memakai metode yang sama. Jangan ganti setelah seminggu hanya karena terasa lambat.

Satu catatan soal apa yang nggak berhasil: tekanan. Memaksa anak naik ke potty membuatnya menolak lebih lama. Mempermalukan saat dia "kecelakaan" membuat kecelakaan berikutnya lebih mungkin terjadi. Latihan ini berhasil karena anaknya yang mau. Tugasmu adalah membuat dia mudah dan senang untuk mau. Bukan membuat dia sulit untuk tidak mau.

Apa yang perlu ada di masing-masing rumah

Perlengkapan, sama atau hampir sama di kedua rumah:

  • Sebuah potty, sebaiknya model yang sama
  • Bangku pijakan dan dudukan toilet ukuran anak untuk toilet utama
  • Banyak celana dalam (lebih banyak dari yang kamu kira; lima belas potong di tiap rumah tidak berlebihan untuk minggu pertama)
  • Celana atau rok yang mudah ditarik naik-turun (tanpa kancing, tanpa ritsleting, tanpa baju terusan)
  • Tisu basah dalam jangkauan anak
  • Pelindung kasur anti air
  • Baju ganti yang selalu mudah diambil
  • Perlengkapan bersih-bersih untuk "kecelakaan"
  • Untuk malam, kalau kamu memilih melatih malam hari sekaligus: popok sekali pakai model celana (pull-up) atau alas anti air (Artikel 11 di modul ini membahas waktu malam)

Yang dibawa di tas pada setiap serah-terima:

  • Tiga atau empat celana dalam cadangan
  • Dua celana
  • Kantong basah atau kantong plastik untuk baju kotor
  • Tisu basah
  • Potty portabel kalau anak memakainya (sebagian keluarga menyimpan satu di tiap mobil)

Sebagian besar keluarga menghabiskan sekitar Rp1.000.000 sampai Rp1.500.000 per rumah untuk perlengkapan awal. Pengeluaran itu sepadan. Mencoba melatih toilet tanpa perlengkapan yang memadai di salah satu rumah adalah salah satu sebab keselarasannya gagal.

Bahasa yang sama

Kedua rumah memakai kata-kata yang sama. Kedengarannya sepele. Padahal tidak sepele.

Pilih kata untuk buang air kecil, kata untuk buang air besar, kata untuk bagian tubuh yang terlibat, kalimat aba-aba, dan kalimat perayaan. Pakai semuanya secara konsisten di kedua rumah. Anak sedang belajar kosakata sekaligus perilaku, dan kosakatanya perlu sejalan dengan ingatan tubuh.

Catatan: kata untuk fungsi tubuh dan bagian tubuh sangat berbeda dari keluarga ke keluarga di Indonesia, sering bergantung pada daerah, bahasa ibu, dan kebiasaan rumah. Artikel ini tidak menentukan kata yang "benar". Setiap keluarga memilih yang terasa nyaman, asal kedua rumah memakai yang sama. Sebagai contoh saja: pipis atau ompol untuk buang air kecil; pup, ee, atau boker untuk buang air besar; toilet, kamar mandi, atau potty untuk tempatnya; Mau pipis nggak? sebagai aba-aba; Pinter, bagus banget sebagai perayaan. Pilihan katanya tidak penting. Konsistensinyalah yang penting.

Pertukaran informasi harian

Selama masa latihan, kedua rumah perlu bertukar kabar singkat setiap hari. Ini bukan pilihan.

Informasi minimal yang perlu dikirim:

  • Kapan terakhir dia buang air (jamnya)
  • Berapa kali "kecelakaan" hari ini, kira-kira kapan
  • Apa pun yang hari ini berhasil sangat baik
  • Apa pun yang hari ini nggak berhasil
  • Catatan soal suasana hati, kelelahan, makan (ini memengaruhi hari berikutnya)

Ini bisa berupa pesan teks, pesan suara singkat, atau catatan di aplikasi bersama. Mengirimnya seharusnya butuh kurang dari dua menit bagi orang tua yang mengirim, dan kurang dari satu menit untuk dibaca oleh yang menerima. Orang tua yang menerima membacanya sebelum anak tiba, bukan sesudahnya.

Kalau hubungan antara kedua rumah membuat pertukaran ini sulit, kirim saja yang paling minimal dan berfokus pada anak (cukup jam dan jumlah "kecelakaan") ke catatan atau aplikasi bersama. Pertukaran ini untuk latihan anak, bukan untuk salah satu orang tua.

Kemunduran dan "kecelakaan"

"Kecelakaan" adalah bagian dari latihan. Bahkan setelah seorang anak konsisten memakai potty selama seminggu, satu "kecelakaan" itu wajar. Dua kali dalam sehari pun wajar. Satu minggu buruk dengan lima kali "kecelakaan" sehari, di minggu ketiga, masih dalam batas normal.

Kemunduran di sekitar serah-terima adalah pola yang paling sering muncul. Anak baik-baik saja selama beberapa hari, lalu pindah ke rumah kedua, lebih sering "kecelakaan" dalam 24 jam pertama, kemudian tenang lagi. Ini normal. Biasanya pola ini mereda dalam empat sampai enam minggu.

Yang dilakukan saat terjadi kemunduran:

  • Jangan menghukum
  • Jangan mempermalukan
  • Jangan mengulang metode dari awal
  • Pegang aturannya dengan tenang
  • Catat polanya (apakah selalu saat serah-terima, selalu sehabis tidur panjang, selalu saat anak kelelahan?)
  • Bagikan datanya ke Co-Parent

Yang tidak boleh dilakukan:

  • Kembali ke popok selama seminggu lalu coba lagi
  • Bilang ke anak bahwa dia mengecewakanmu
  • Membandingkan dia dengan adik, kakak, atau sepupu yang terlatih lebih cepat
  • Mengancam atau menyogok lebih keras

Kemunduran yang tidak mereda setelah empat minggu adalah sebuah sinyal. Entah aturannya tidak terpegang di salah satu rumah, atau waktunya memang tidak tepat, atau ada hal lain yang sedang terjadi (sakit, kehadiran adik baru, perubahan jadwal). Ini saatnya berbicara lagi dengan Co-Parent, bukan menghukum anak.

Kapan perlu berhenti dulu

Beberapa tanda bahwa latihan layak dihentikan dulu dan dicoba lagi beberapa minggu atau beberapa bulan kemudian:

  • Anak konsisten tertekan oleh potty (menangis, bersembunyi, menahan berjam-jam)
  • Sembelit muncul atau makin parah
  • Salah satu rumah tidak sanggup memegang aturan meski sudah berkali-kali diupayakan untuk selaras
  • Anak jelas-jelas kurang tidur di kedua rumah
  • Sedang terjadi perubahan besar (adik baru, pindah rumah, orang tua sakit)

Berhenti dulu bukan kegagalan. Tubuh dan otak anak akan lebih siap dalam enam sampai sepuluh minggu ke depan dibanding sekarang. Anak yang didorong melampaui batas tahannya bisa butuh waktu lebih lama untuk kembali mau, dibanding anak yang sekadar mulai dua bulan lebih lambat.

Melanjutkan setelah jeda: pembicaraan yang sama dengan Co-Parent, metode yang sama, awal yang segar.

Waktu malam, secara ringkas

Kering di siang hari dan kering di malam hari adalah pencapaian perkembangan yang berbeda. Kering malam hari menyusul kering siang hari, sering berselang berbulan-bulan, kadang setahun atau lebih. Jangan coba melatih malam hari sekaligus kecuali anak sudah menunjukkan tanda kering sepanjang malam (bangun dengan popok kering pada sebagian besar pagi).

Artikel 11 di modul ini membahas latihan toilet malam hari di kedua rumah secara mendalam. Sampai kamu tiba di titik itu, popok sekali pakai model celana di malam hari tidak masalah, di kedua rumah, selama masih dibutuhkan. Jangan jadikan waktu malam sebagai ajang prestasi orang tua.

Penutup

Anak dua tahun di pembukaan tadi, dengan celana dalam bergambar dinosaurus dan latihan yang mandek, masih bisa dipulihkan. Begitu juga anak empat tahun yang tidak pernah benar-benar tuntas. Begitu juga anak tiga tahun yang kedua rumahnya sudah enam bulan menjalankan hal yang berbeda.

Jalan ke depan sama dalam semua kasus. Lakukan pembicaraan dengan Co-Parent. Pilih satu metode. Lengkapi kedua rumah. Sepakati kata-katanya. Atur pertukaran informasi harian. Pegang aturannya dengan tenang. Jangan menghukum "kecelakaan". Catat kemunduran, bagikan, jangan mengulang dari awal. Berhenti dulu kalau perlu. Lanjutkan saat kedua rumah sudah siap.

Sebagian besar anak, dalam hidup di kedua rumah, sudah bisa diandalkan kering di siang hari menjelang umur 3,5 tahun kalau kedua rumah selaras. Yang tidak selaras sering butuh waktu sampai umur 4 tahun atau lebih, dengan lebih banyak konflik dan lebih banyak kecemasan sepanjang jalan. Pembedanya adalah keselarasan, bukan anaknya.

Celana dalam bergambar dinosaurus itu masih ada di laci. Besok, kamu telepon Co-Parent.

Ini adalah materi swadaya yang mendukung, bukan nasihat medis, psikologis, atau hukum, dan bukan pengganti bantuan profesional yang berkualifikasi. Jika Anda atau anak Anda mungkin dalam bahaya, hubungi layanan darurat setempat.