dip
Belikan Kopi
Modul 17 · Saat orang tua yang lain sedang berjuang

Saat Co-Parent tidak datang

By the dip team · Clinical consultant: Pauline Sam, MD ·

Semua usia7 menit bacaInti
Saat Co-Parent tidak datang

Saat Co-Parent tidak datang

Modul 17 · Saat Co-Parent tidak baik-baik saja · Artikel 01 · Wave 1 · untuk semua usia


Kejadian itu terulang lagi. Co-Parent seharusnya menjaga anak-anak akhir pekan ini, atau menelepon, atau menjemput mereka, dan dia tidak melakukannya. Mungkin dia membatalkan di saat-saat terakhir, mungkin dia memang tidak muncul, mungkin kontak yang sudah dijanjikan itu hilang begitu saja tanpa penjelasan. Dan kamu yang tertinggal, memeluk anak yang kecewa sambil menahan campuran perasaan yang sudah terlalu kamu kenal: marah, khawatir, dan lelah, sambil bertanya-tanya sampai berapa kali lagi ini bisa terjadi dan apa dampaknya bagi anakmu.

Inilah pintu masuk ke sebuah modul yang berat, modul untuk orang tua yang Co-Parent-nya tidak bisa diandalkan, tidak hadir, atau dalam sebagian kasus, tidak aman. Kalau kamu sampai di sini, mungkin selama ini sisa pustaka ini terasa seperti ditulis untuk situasi yang lebih ringan dari situasimu, dua orang tua yang waras dan hadir yang sedang menyelesaikan urusan bersama. Realitasmu lebih sulit, dan modul ini ditulis untuk itu. Tulisan ini soal orang tua yang tidak bisa diandalkan, yang terus-menerus tidak datang.

Satu catatan sebelum kita mulai. Modul ini memegang dua kebenaran sekaligus. Sebagian situasi seperti ini membaik, sebagian tidak. Tulisan ini tidak akan berpura-pura bahwa semuanya bisa diperbaiki lewat komunikasi yang lebih baik, karena kadang memang tidak bisa. Tulisan ini juga tidak akan memperlakukan situasimu sebagai tanpa harapan, atau Co-Parent-mu sebagai sosok yang sama sekali tidak mungkin berubah, karena kadang keadaan memang bergeser. Sikap yang jujur ada di suatu titik di antara keduanya, dan di situlah kita akan berusaha berdiri.

Kalau kamu tidak aman dalam hubunganmu, atau kalau kamu mengkhawatirkan keselamatan seorang anak, artikel ini bukan tempat yang tepat untuk memulai. Layanan SAPA 129 dari KemenPPPA bisa mendampingimu, lewat telepon 129 atau WhatsApp di 08111-129-129. Sisa pustaka ini akan tetap ada di sini saat kamu sudah siap.

Apa dampak ketidakhadiran itu pada seorang anak

Anak mengandalkan orang-orang yang dia sayangi untuk hadir. Saat seorang orang tua berulang kali tidak datang, anak menyerap sesuatu yang menyakitkan, bukan dalam satu pukulan dramatis, melainkan dalam tumpukan kekecewaan kecil yang menumpuk menjadi satu pelajaran yang berat: bahwa orang tua ini tidak bisa diandalkan. Akhir pekan yang dibatalkan, telepon yang tidak pernah datang, rencana yang lagi-lagi gagal, masing-masing adalah luka kecil, dan ketika berulang, semuanya mengajari anak untuk menyiapkan diri dikecewakan oleh seseorang yang seharusnya menjadi fondasi hidupnya.

Ini benar-benar merugikan, dan ini layak disebut dengan jujur alih-alih diperkecil. Anak yang memiliki orang tua yang tidak bisa diandalkan sering memikul rasa sakit yang nyata, dan kadang menyalahkan diri sendiri secara diam-diam, sebuah pemikiran ajaib bahwa mungkin kalau dia berbeda, lebih layak disayang, lebih baik, orang tua itu akan datang. Dia mungkin terombang-ambing antara harapan dan kekecewaan, bersemangat setiap kali dan hancur setiap kali. Lama-kelamaan dia mungkin melindungi dirinya dengan berpura-pura tidak peduli, yang sama sekali bukan berarti dia benar-benar tidak peduli. Ketidakandalan itu merampas sesuatu yang nyata dari anak.

Kamu tidak bisa membuat ini berhenti menyakitkan, dan berpura-pura bahwa kamu bisa juga tidak ada gunanya. Yang bisa kamu lakukan adalah membentuk bagaimana anak mengalami dan memaknai hal ini, dan itu sangat berpengaruh pada seberapa besar kerusakan yang ditinggalkan oleh ketidakandalan tadi. Anak yang punya satu orang tua yang tidak bisa diandalkan tetapi punya satu orang tua lain yang mantap dan mendukung, yang menemaninya melewati kekecewaan-kekecewaan itu, akan jauh lebih baik daripada anak yang dibiarkan sendirian dengan rasa sakitnya. Peranmu besar, meski kamu tidak bisa memperbaiki sumber masalahnya.

Yang tidak bisa kamu kendalikan, dan yang bisa

Sebagian besar penderitaan dalam situasi ini lahir dari upaya mengendalikan hal yang tidak bisa kamu kendalikan: keandalan Co-Parent. Kamu tidak bisa memaksanya datang. Kamu tidak bisa memaksanya menepati janji, mengutamakan anak-anak, atau menjadi orang tua yang kamu harapkan dia jadi. Ini sulit dan menyakitkan untuk diterima, dan menerimanya justru membebaskan, karena ini membuatmu berhenti menuangkan tenaga ke dalam hal yang mustahil dan mengarahkannya ke hal yang benar-benar bisa kamu pengaruhi.

Yang bisa kamu kendalikan adalah responsmu sendiri, dan itu jauh lebih berkuasa daripada yang terasa. Kamu bisa menjadi sosok yang bisa diandalkan, fondasi yang mantap yang menambatkan anak apa pun kekacauan yang dibawa Co-Parent. Kamu bisa membantu anak memaknai kekecewaan itu dengan cara yang melindunginya. Kamu bisa menahan diri agar tidak menambahkan amarahmu sendiri di atas rasa sakitnya. Kamu bisa memutuskan bagaimana ketidakhadiran itu ditangani secara praktis. Dan kamu bisa mencari bantuan serta struktur yang tersedia untuk pengaturan yang kronis dan tidak bisa diandalkan, yang akan dibahas artikel-artikel berikutnya di modul ini.

Pergeseran ini, dari berusaha memperbaiki Co-Parent menjadi berfokus pada apa yang benar-benar bisa kamu lakukan untuk anak, adalah fondasi untuk melewati situasi ini dengan kesejahteraan anakmu sebisa mungkin tetap utuh. Keandalan Co-Parent adalah urusannya. Pengalaman anak terhadap ketidakandalan itu adalah sesuatu yang benar-benar bisa kamu bentuk.

Menjadi penyangga anak tanpa berbohong

Saat seorang orang tua tidak datang, kamu harus mengatakan sesuatu kepada anak, dan menemukan hal yang tepat untuk dikatakan itu rumit. Dua naluri menarikmu ke arah yang tidak membantu, dan jalannya ada di antara keduanya.

Naluri yang pertama adalah menutupi kekurangan Co-Parent dengan alasan dan jaminan-jaminan palsu. Ayah pasti lagi sibuk. Ayah benar-benar pengen datang kok. Lain kali pasti dia datang, Bunda janji. Ini lahir dari keinginan melindungi anak dari kebenaran yang menyakitkan, tapi justru memperburuk keadaan, apalagi kalau sudah jadi pola, karena ini membangun harapan yang akan diingkari lagi, mengajari anak bahwa jaminan itu kosong, dan meninggalkannya terluka lagi setiap kali. Kamu tidak bisa terus menjanjikan keandalan yang tidak bisa kamu kendalikan.

Naluri yang satunya adalah membiarkan amarahmu terlihat, memberi tahu anak betapa Co-Parent tidak bisa diandalkan dan betapa egoisnya dia. Ini membebani anak dengan rasa muakmu terhadap orang tua yang dia sayangi, dan menempatkannya di tengah konflik orang dewasa di atas kekecewaannya sendiri.

Jalan di antara keduanya adalah jujur, sesuai usia, dan hangat, tanpa alasan palsu maupun penghakiman. Kamu mengakui kekecewaan itu sebagai sesuatu yang nyata. Kamu tidak mengarang alasan yang tidak bisa kamu pertanggungjawabkan. Kamu tidak menyerang Co-Parent. Dan kamu menawarkan kehadiranmu yang mantap sebagai hal yang bisa anak andalkan. Bunda tahu kamu benar-benar menanti-nanti ketemu Ayah, dan dia nggak datang. Itu memang mengecewakan, dan nggak apa-apa kalau kamu sedih atau marah. Bunda nggak tahu kenapa dia nggak datang. Tapi yang Bunda tahu, Bunda ada di sini, dan Bunda sayang kamu. Kamu sudah menjumpai perasaan itu, tetap jujur, menahan amarahmu agar tidak ikut masuk, dan menambatkan anak dalam kehadiranmu yang bisa diandalkan. Perpaduan itu melindungi anak lebih baik daripada membuat alasan ataupun menyampaikan kebenaran dengan nada menusuk.

Untuk anak yang lebih besar yang bisa melihat polanya dengan jelas, kejujuran malah jadi semakin penting, karena jaminan palsu menghina apa yang sudah dia rasakan. Mereka lebih baik dengan pengakuan yang tenang atas kenyataan, dipadukan dengan dukunganmu yang mantap, daripada dengan pembelaan atas hal yang memang tidak bisa dibela.

Menjadi yang bisa diandalkan

Hal paling melindungi yang bisa kamu lakukan untuk anak yang memiliki orang tua yang tidak bisa diandalkan adalah menjadi sosok yang tidak pernah gagal diandalkan. Anak bisa bertahan dari satu kelekatan yang tidak bisa diandalkan jauh lebih baik ketika dia punya satu kelekatan lain yang kokoh seperti batu karang. Kemantapanmu, kehadiranmu, kesetiaanmu menepati janji, kehadiranmu yang bisa diandalkan, menjadi basis aman yang memegang anak bahkan saat ketidakandalan Co-Parent mengguncangnya.

Ini berarti kamu harus cermat soal keandalanmu sendiri, karena sekarang kamu memikul lebih banyak kebutuhan anak akan sosok yang bisa diandalkan. Menepati janjimu, berada di tempat yang kamu katakan, menjadi orang tua yang benar-benar bisa anak andalkan. Ini juga berarti menjadi kehadiran yang mantap dan tenang yang membantu anak melewati kekecewaan yang ditimbulkan Co-Parent, sosok yang ada untuk memeluknya melalui kekecewaan itu alih-alih menambahnya. Seiring waktu, keandalanmu mengerjakan sesuatu yang nyata, memberi anak setidaknya satu fondasi yang tidak bergeser, dan itulah sebagian besar dari yang melindunginya dari dampak terburuk ketidakandalan tadi.

Ini peran yang berat, memikul lebih dari porsimu atas kebutuhan anak akan orang tua yang bisa diandalkan, dan layak diakui bahwa ini banyak untuk ditanggung, apalagi dalam waktu yang lama. Tulisan penutup di modul ini, tentang realitas menjadi satu-satunya orang tua yang berfungsi, membahas beban itu secara langsung. Untuk sekarang, intinya adalah keandalanmu merupakan perlindungan paling berkuasa yang tersedia bagi anakmu, dan itu sepenuhnya ada dalam kendalimu untuk diberikan.

Penutup

Co-Parent yang berulang kali tidak datang melukai anak melalui tumpukan kekecewaan yang mengajarinya untuk tidak mengandalkan seseorang yang seharusnya menjadi fondasi hidupnya, dan ini benar-benar merugikan dengan cara-cara yang layak disebut dengan jujur. Kamu tidak bisa mengendalikan keandalan Co-Parent, dan berusaha mengendalikannya adalah sumber dari banyak penderitaan yang sia-sia; yang bisa kamu kendalikan adalah responsmu sendiri, yang jauh lebih berkuasa daripada yang terasa. Sangga anak dengan kejujuran dan kehangatan, bukan dengan alasan palsu atau penghakiman, jumpai kekecewaannya, tahan amarahmu agar tidak ikut masuk, dan tambatkan anak dalam kehadiranmu yang mantap. Dan yang terpenting, jadilah yang bisa diandalkan, karena anak bisa bertahan dari satu kelekatan yang tidak bisa diandalkan jauh lebih baik ketika dia punya satu kelekatan lain yang kokoh seperti batu karang, dan kehadiranmu yang bisa diandalkan memberikan hal itu.

Kamu tidak bisa memaksa Co-Parent-mu datang. Kamu bisa menjadi orang tua yang selalu datang, dan kemantapan itulah sebagian besar dari yang membawa anakmu melewati kekecewaan terhadap orang tua yang tidak datang.

Kamu tidak bisa membuatnya jadi bisa diandalkan. Kamu bisa menjadi fondasi yang tidak bergeser, dan anak yang punya satu orang tua yang mantap bisa bertahan dari banyak hal yang datang dari orang tua yang tidak begitu.

Ini adalah materi swadaya yang mendukung, bukan nasihat medis, psikologis, atau hukum, dan bukan pengganti bantuan profesional yang berkualifikasi. Jika Anda atau anak Anda mungkin dalam bahaya, hubungi layanan darurat setempat.