dip
Belikan Kopi
Modul 04 · Remaja, tingkah laku & ruang

Saat remajamu berusia 18 tahun

By the dip team · Clinical consultant: Pauline Sam, MD ·

18+11 menit baca
Saat remajamu berusia 18 tahun

Saat remajamu berusia 18 tahun

Modul 04 · Perilaku remaja & otonomi · Artikel 15 · usia 13+


Ini pagi di hari ulang tahun yang kedelapan belas. Akan ada kartu ucapan. Mungkin hadiah kecil. Mungkin makan malam nanti, mungkin bersama Co-Parent, mungkin juga tidak. Secara teknis, remajamu kini sudah dewasa. Hari itu sendiri biasanya terasa biasa saja.

Bentuk yang ada di bawahnya tidak biasa. Kerangka yang menahan segalanya sejak keluarga ini menjadi keluarga berumah dua berubah pada hari ini. Jadwal, dalam sebagian besar konteks hukum, tidak lagi berlaku. Keputusan soal di mana remajamu tidur, apa yang dia lakukan, dengan siapa dia menghabiskan waktu, kini menjadi miliknya. Kedua orang tua tetap orang tua, tapi strukturnya sudah bergeser.

Artikel ini tentang hari ulang tahun kedelapan belas dan periode tepat di sekitarnya. Perubahan hukum dan praktisnya. Perubahan relasionalnya. Percakapan yang sebaiknya terjadi sebelum dan sesudahnya. Dan cakrawala panjang yang terbuka: seperti apa hubungan antara kamu dan Co-Parent sekarang, ketika tidak ada lagi jadwal yang menambatkannya?

Apa yang sebenarnya berubah di usia 18

Di Indonesia, ketika remajamu berusia 18 tahun, beberapa hal bergeser. (Garis usia dewasa di sini sebenarnya tidak tunggal: hak pilih mulai 17 tahun, SIM A mulai 17 tahun, dan beberapa ketentuan hukum perdata memakai batas yang berbeda. Tapi 18 tetap menjadi penanda umum dewasanya seseorang.)

Remajamu secara hukum sudah dewasa.

Hak asuh, pengaturan kontak, dan penetapan pengasuhan dari pengadilan umumnya berakhir.

Pengaturan nafkah anak bisa berakhir atau berubah. (Di Indonesia, kewajiban nafkah ayah bisa berlanjut melewati usia 18 selama anak masih menempuh pendidikan dan belum mandiri; ini diatur dalam UU No. 1/1974 jo. UU No. 16/2019 tentang Perkawinan dan Kompilasi Hukum Islam, dan bentuknya kini lebih ke kesepakatan keluarga daripada paksaan jadwal.)

Remajamu bisa memutuskan sendiri di mana dia tinggal, termasuk di salah satu dari kedua rumah, atau di tempat lain sama sekali.

Remajamu memiliki datanya sendiri. Orang tua tidak lagi punya akses ke rekam medis, catatan sekolah, dan sejenisnya tanpa persetujuannya.

Remajamu bisa membuat perjanjian, membuka rekening bank, menandatangani kontrak sewa.

Remajamu bisa memilih dalam pemilu, dan bertanggung jawab atas tindakannya dengan cara orang dewasa.

Itu semua perubahan kerangka. Perubahan relasionalnya berbeda.

Apa yang tidak berubah di usia 18:

Hubungan antara kamu dan remajamu.

Hubungan antara Co-Parent dan remajamu.

Keluarga yang lebih luas. Kakek-nenek, om dan tante, saudara kandung.

Rumah sebagai tempat yang bisa dia datangi lagi kapan saja.

Rasa remajamu tentang siapa dirinya, di mana dia merasa pulang, dengan siapa dia terhubung.

Infrastrukturnya berubah dalam semalam. Hubungannya berlanjut.

Apa yang sebaiknya tercakup di bulan-bulan menjelang 18

Beberapa percakapan.

Remajamu, soal apa yang dia inginkan untuk pengaturan yang baru. Sebagian remaja ingin mempertahankan pola yang ada. Sebagian ingin lebih banyak waktu di satu rumah. Sebagian sedang pindah untuk kuliah atau kerja. Sebagian belum jelas. Lakukan percakapan ini di bulan-bulan sebelum ulang tahun, bukan sesudahnya. Remaja sering punya pandangan yang belum dia ungkapkan; tanyakan dengan lembut.

Kamu dan Co-Parent, soal bagaimana kalian menyikapi kebebasan yang baru ini. Jadwal tidak lagi mengikat. Apa penggantinya? Dalam arti struktural, mungkin tidak ada. Remajamu datang ketika dia datang. Dia mengabari kapan dia akan datang. Kedua rumah menjadi tersedia, bukan terjadwal.

Serah-terima yang praktis. Rekening bank atas namanya sendiri. SIM-nya sendiri (jika ada). Jaminan kesehatannya sendiri, misalnya kepesertaan BPJS Kesehatan yang dipisah atas namanya. Pengaturan perjalanannya sendiri. Akun sekolah atau kampusnya sendiri. Apa pun yang selama ini dipegang atas namanya berpindah kepadanya.

Kerangka keuangannya. Nafkah anak di banyak tempat berakhir di usia 18, meski di Indonesia bisa berlanjut selama anak masih sekolah atau kuliah. Sebagian orang tua terus mendukung anak mudanya secara finansial melewati masa pendidikan dan awal kedewasaan; ini sekarang urusan antara para orang tua dan si anak muda, bukan dipaksakan oleh jadwal. Jelaskan apa yang dikontribusikan masing-masing orang tua dan untuk berapa lama.

Serah-terima rekam medis dan catatan pendidikan. Catatan yang dulu dipegang orang tua berpindah ke si anak muda. Janji temu medis berikutnya, komunikasi dari kampus, kini menjadi urusan antara lembaga dan si anak muda.

Wasiat, penunjukan ahli waris atau penerima manfaat, dokumen-dokumen resmi. Perbarui di mana perlu. Sebagian infrastruktur administratif keluarga dulu dibangun dengan asumsi remajamu masih di bawah umur. Sekarang tidak lagi.

Hari ulang tahunnya sendiri

Sering kali tidak sepenting yang dikhawatirkan orang tua. Beberapa pola.

Jangan jadikan hari ulang tahun ini momen transisi yang dramatis. Sekarang kamu sudah dewasa. Semuanya beda sekarang. Remajamu tidak butuh ini. Dia sudah bertahun-tahun dalam proses menjadi dewasa. Ulang tahun ini cuma satu hari dalam proses itu.

Rayakan seperti biasa. Sebuah kartu, sebuah makan bersama, hal-hal yang selalu kalian lakukan. Jangan tiba-tiba menggelar upacara keluarga bertema "sekarang-kamu-dewasa" kalau keluargamu memang tidak punya tradisi seperti itu.

Co-Parent yang hadir bersama di hari ulang tahun. Sebagian keluarga bisa mengaturnya; sebagian tidak. Apa pun yang kalian putuskan, sepakati di awal. Jangan menempatkan remajamu sebagai objek tawar-menawar.

Jangan pakai hari ulang tahun untuk mengumumkan keputusan soal pengaturan yang baru. Kamarmu di sini tetap kamarmu. Kami akan selalu ada kapan pun kamu butuh. Pernyataan-pernyataan ini bagus, tapi disampaikan sepanjang tahun, bukan dibacakan sebagai manifesto di hari H.

Minggu-minggu pertama setelah 18

Beberapa pola.

Jangan kecewa kalau tidak ada perubahan yang kentara. Sebagian besar remaja, setelah ulang tahun kedelapan belas, sebagian besar tetap menjalani hidup seperti sebelumnya. Jadwalnya mungkin diam-diam berlanjut, atas pilihannya sendiri. Dia mungkin lebih banyak tidur di satu rumah. Dia mungkin mempertahankan pola-polanya. Ini bukan kekecewaan; ini transisi yang mulus.

Jangan panik kalau dia langsung pindah ke satu rumah. Sebagian remaja memakai usia 18 untuk menetap di satu rumah, apalagi kalau jadwalnya selama ini terasa berat. Kadang ini justru kelegaan buat remajanya. Jangan menganggapnya personal kalau kamu yang bukan rumah pilihannya. Dia tidak sedang menolakmu; dia sedang menyederhanakan hidupnya.

Jangan panik kalau dia keluar sepenuhnya. Sebagian remaja di usia 18 pindah keluar, ke kos dekat kampus, ke tempat pasangannya, ke kontrakan bareng teman-teman. Ini juga normal. Rumah sebagai tempat yang dia datangi lagi adalah yang berlanjut; hidup keseharian di tempat lain itu tidak apa-apa.

Tetap terhubung dengan cara yang baru. Bukan jadwal. Bukan kewajiban. Pesan singkat. Telepon. Kunjungan ketika dia mau. Tersedialah tanpa menuntut.

Biarkan dia yang menentukan iramanya. Sebagian anak muda menelepon orang tuanya seminggu sekali. Sebagian tiap hari. Sebagian sebulan sekali. Sebagian lebih jarang. Irama yang tepat adalah yang cocok untuknya, bukan yang cocok untukmu. Sesuaikan.

Jangan bersaing dengan Co-Parent soal perhatian. Godaan ini meningkat di usia 18. Batasan strukturalnya sudah hilang. Dia lebih sering ke sini daripada ke tempat ayahmu. Jangan.

Seperti apa hubungan orang tua dan anak muda sekarang

Beberapa catatan.

Kamu tetap orang tua. Perannya yang bergeser. Kamu bukan lagi orang tua dari seorang anak. Kamu orang tua dari seorang anak muda. Pekerjaan yang berbeda. Sikap yang berbeda.

Sekarang kamu tersedia, bukan diwajibkan. Si anak muda bisa memilih untuk datang, memilih untuk menelepon, memilih untuk bercerita. Tugasmu adalah bisa dijangkau, menyambut, tenang. Bukan menuntut.

Nasihat saat diminta, bukan ditawarkan tanpa diminta. Sebagian besar anak muda tidak mau nasihat yang tidak diminta. Mereka ingin didengar, didukung dalam keputusannya, dicintai apa adanya. Ketika dia bertanya, beri masukan yang dipikirkan matang. Ketika dia tidak bertanya, tahan.

Kamu tetap bisa jujur. Jujur tidak sama dengan menasihati. Aku khawatir sama keputusan itu. Kayaknya itu bakal berat. Pengamatan jujur, disampaikan sekali, itu tidak apa-apa. Mengulang-ulangnya yang tidak.

Perbedaan jadi lebih kelihatan. Sekarang setelah strukturnya hilang, perbedaan antara kamu dan si anak muda jadi lebih kelihatan. Pandangan politik. Gaya hidup. Pilihan. Nilai-nilai. Kalian mungkin tidak sepakat soal segalanya. Pekerjaannya adalah mencintainya sebagaimana adanya, bukan sebagaimana yang kamu bayangkan dia akan jadi.

Hidupmu sendiri bergerak ke depan. Bertahun-tahun, hidupmu sebagian berputar di sekitarnya. Sekarang dia sudah melaju, meski mungkin masih tinggal sebagian di rumah. Hidupmu, makin lama, makin menjadi milikmu lagi. Ini hal yang baik. Jangan melawannya.

Seperti apa hubungan dengan Co-Parent sekarang

Ini wilayahnya sendiri. Beberapa pola.

Pekerjaan bersama sudah berubah. Pekerjaan menjalankan co-parenting untuk anak di bawah umur, sebagian besarnya, sudah selesai. Hubungan antara kamu dan Co-Parent tidak berakhir, dalam sebagian besar kasus, tapi isinya bergeser.

Komunikasi biasanya berkurang. Tanpa jadwal yang harus dikoordinasikan, tanpa perpindahan antar rumah, tanpa urusan sekolah yang harus ditangani, kalian mungkin lebih jarang saling berkirim pesan. Ini normal. Jangan membacanya sebagai kehilangan.

Ulang tahun dan momen penting. Kalian tetap akan berpapasan. Pindahan ke kampus. Wisuda. Lamaran. Hidup si anak muda akan menghadirkan momen-momen di mana kedua orang tua sama-sama hadir. Hadapilah dengan tenang. Bentuk "dua orang tua di sebuah momen penting" adalah bentuk yang akan kamu jalani sepanjang sisa hidupmu.

Acara keluarga besar. Lebaran, Natal, Imlek, libur panjang. Si anak muda, makin lama, akan menegosiasikannya sendiri. Dia mungkin memilih merayakan hari raya dengan satu orang tua, dengan keduanya, dengan tidak satu pun, atau dengan kehidupannya sendiri. Hormati pilihannya.

Pada akhirnya, mungkin, cucu. Kalau hidup memang berjalan ke arah itu. Kamu dan Co-Parent akan menjadi sesama kakek-nenek. Pekerjaan yang berbeda lagi. Hubungannya terus berkembang.

Sebagian Co-Parent tetap benar-benar akrab. Sebagian mempertahankan hubungan kerja sama tanpa kehangatan. Sebagian nyaris tak berkontak setelah jadwal berakhir. Semua ini lintasan yang normal. Yang cocok untuk kalian berdua adalah yang tepat.

Kalau hubungannya dulu penuh konflik, inilah saat ia biasanya mereda. Tanpa gesekan harian menjalankan co-parenting untuk anak di bawah umur, suhunya sering turun. Sebagian hubungan Co-Parent yang lama tegang menjadi bisa ditoleransi di tahun-tahun setelah 18. Sebagian tidak pernah.

Apa yang dilakukan untuk cakrawala panjang

Daftar singkat.

Biarkan pintu terbuka. Selamanya. Kamu boleh pulang kapan saja. Untuk satu jam, untuk seminggu, untuk setahun. Kamarmu ada di sini. Selalu. Katakan ini. Sungguh-sungguhi. Jalani.

Bisa dijangkau tanpa mengganggu. Telepon. Pesan. Email. Berkunjung kalau diundang. Dia perlu tahu bahwa dia bisa menemukanmu. Dia tidak perlu kamu yang mencari-cari dia.

Biarkan dia punya hidupnya sendiri. Keputusannya, hubungannya, pilihannya, kesalahannya. Kamu tidak lagi bertanggung jawab. Kamu tetap mencintai.

Perhatikan momen-momen ketika dia membutuhkanmu. Putus cinta. Kehilangan pekerjaan. Kabar kesehatan yang mengkhawatirkan. Teman yang sedang dalam masalah. Momen-momen ini akan datang. Hadirlah dengan tenang. Jadilah kokoh. Biarkan dia yang memimpin percakapan.

Bangun hidupmu sendiri. Kegiatan, teman, pekerjaan, pasangan, minat. Bukan sebagai cara untuk melupakannya, tapi sebagai cara untuk menjadi dirimu seutuhnya di tahap berikutnya ini.

Katakan kamu menyayanginya, secara rutin. Tidak berat. Tidak cemas. Sambil lalu. Sayang kamu. Di akhir telepon. Di akhir kunjungan. Di akhir pesan. Dia perlu terus mendengarnya.

Jaga hubungan dengan Co-Parent tetap stabil. Apa pun bentuknya. Si anak muda punya dua orang tua yang, bersama-sama, adalah keluarga yang nyata. Bahkan dari kejauhan, bahkan dengan kontak yang terbatas, keberadaan dua orang tua yang bisa berada di ruangan yang sama adalah sesuatu yang dibawa si anak muda ke depan.

Saat usia 18 lebih sulit dari yang diperkirakan

Beberapa situasi.

Remajamu belum mampu menjadi dewasa. Kesehatan jiwa, kebutuhan perkembangan, kecanduan, ketergantungan. Transisi 18 sudah terjadi secara hukum; kemampuan yang sesungguhnya belum datang. Para orang tua terus memberi dukungan lebih dari biasanya. Berkoordinasilah. Cari masukan profesional. Jangan berpura-pura transisinya sudah terjadi ketika belum.

Remajamu tidak mau berurusan dengan salah satu orang tua. Sebagian remaja di usia 18 memutus kontak dengan salah satu orang tua, kadang dengan keduanya. Ini berat. Mungkin berlalu. Mungkin tidak. Orang tua yang diputus kontaknya sebaiknya tidak mengejar dengan keras; pintunya terbuka, pesan dikirim sesekali, sisanya adalah kesabaran. Kadang kontak pulih kemudian.

Remajamu pergi dan tidak kembali untuk sementara waktu. Kuliah, jalan-jalan, kota baru, negara baru, seorang pasangan. Sebagian remaja terbang jauh di usia 18 dan tidak pulang selama setahun dua tahun. Hubungannya berlanjut, tapi dari kejauhan. Sesuaikan iramanya. Pintunya tetap terbuka.

Remajamu kembali dan tidak mau pergi. Sebagian remaja di usia 18 memang belum melaju. Dia tinggal di rumah, kadang tanpa arah yang jelas. Di Indonesia ini sangat umum: banyak anak muda tinggal bersama keluarga sampai pertengahan usia dua puluhan, dan itu bukan kegagalan. Pekerjaannya adalah kesabaran, dukungan, harapan yang disampaikan dengan lembut. Tidak mendorongnya keluar sebelum dia siap. Tidak pula membiarkannya berhenti tumbuh tanpa batas. Keseimbangan yang tepat berbeda-beda di tiap keluarga.

Salah satu orang tua makin menjauh. Periode setelah 18 kadang mempercepat hubungan yang memang sudah meredup. Kadang hubungannya terbangun kembali kemudian. Kadang tidak. Si anak muda akan menavigasi ini sendiri; tugas orang tua adalah tersedia tanpa mengendalikan hasilnya.

Peristiwa keluarga besar terjadi di tahun pertama. Seorang kakek atau nenek meninggal. Salah satu orang tua sakit keras. Co-Parent pindah ke negara lain. Si anak muda, secara teknis, sudah dewasa melewati peristiwa-peristiwa ini, tapi dia juga, tetap, anakmu. Dampingi dia melewati momen-momen ini sebagai keduanya.

Lengkung yang lebih panjang

Ulang tahun kedelapan belas adalah penanda, bukan transformasi. Pekerjaan menjadi sebuah keluarga terus berjalan. Bentuknya yang berubah.

Beberapa hal yang bisa diharapkan sepanjang tahun-tahun setelah 18:

Tahun pertama kadang membingungkan. Bagi semua orang.

Hubungannya mendalam atau menipis bergantung pada bagaimana ia dirawat.

Si anak muda akan, makin lama, makin tenggelam dalam hidupnya sendiri.

Peristiwa besar (lamaran, pernikahan, lahirnya seorang cucu) mempertemukan kembali keluarga dalam bentuk-bentuk baru.

Peristiwa berat (kematian, sakit, perpisahan dalam hidup si anak muda) juga mendekatkan kalian kembali.

Hubungan dengan Co-Parent, terbebas dari pekerjaan harian, sering menjadi persahabatan yang lebih tenang, atau hubungan kerja sama, atau kadang tidak ada apa-apa.

Rumah yang kamu bangun adalah rumah yang akan dia datangi lagi, dalam bentuk apa pun, sepanjang sisa hidupnya.

Kamu akan, kadang, merindukan tahun-tahun mengasuh secara aktif. Kamu akan, kadang, menghela napas lega di ruang yang baru. Keduanya nyata.

Penutup

Dua tahun setelah ulang tahun kedelapan belas. Dia kuliah di kota lain. Dia pulang saat libur. Dia punya pasangan yang sudah kamu temui dua kali. Dia punya lingkaran teman yang baru. Dia punya hidup yang, makin lama, makin menjadi miliknya.

Malam ini dia di rumah untuk akhir pekan. Dia datang larut. Dia tidur sampai jam sebelas. Sekarang dia di dapur, bikin teh. Nanti dia akan ke kamar lamanya. Besok dia akan menemui Co-Parent. Minggu dia akan kembali ke kampus.

Kamu tidak punya jadwal. Kamu tidak punya penetapan hak asuh. Kamu tidak punya satu pun dari struktur yang dulu menjalankan keluarga ini selama bertahun-tahun. Yang kamu punya, sebagai gantinya, adalah hubungan yang sejak awal memang dilayani oleh struktur-struktur itu.

Kamu mengirim pesan ke Co-Parent: Dia di sini akhir pekan ini, besok sore ke tempatmu. Kelihatannya dia baik-baik aja. Co-Parent: Syukurlah. Ketemu dia besok ya. Kalau sempat, yuk kita makan bareng-bareng kapan selama dia di sini.

Begitulah iramanya sekarang. Tanpa jadwal. Hanya hubungan. Kedua rumah, masing-masing miliknya sendiri, tetap terhubung lewat si anak muda yang berpindah di antaranya. Keluarga ini, dalam bentuknya yang baru, tetap menahan.

Dia pulang akhir pekan ini. Dia akan pulang lagi. Pintunya terbuka. Rumah ada di sini. Rumah Co-Parent juga ada di sini. Benang yang menghubungkan kalian semua berlanjut, dalam bentuk yang lebih panjang, lebih longgar, lebih dalam ini.

Teruslah melangkah. Tahun-tahun di depan berbeda. Hubungan yang sudah kamu bangun itulah yang bertahan.

Ini adalah materi swadaya yang mendukung, bukan nasihat medis, psikologis, atau hukum, dan bukan pengganti bantuan profesional yang berkualifikasi. Jika Anda atau anak Anda mungkin dalam bahaya, hubungi layanan darurat setempat.