dip
Belikan Kopi
Modul 13 · Tingkah laku & pengaturan emosi

Anak yang menarik diri

By the dip team · Clinical consultant: Pauline Sam, MD ·

4–78–126 menit baca
Anak yang menarik diri

Anak yang menarik diri

Modul 13 · Tingkah laku & regulasi emosi · Artikel 04 · Wave 2 · umur 4-12


Anak yang marah mustahil tidak terlihat. Anak yang menarik diri justru sebaliknya, dan itulah persis masalahnya. Anakmu jadi pendiam. Tidak banyak bicara lagi, tidak banyak bermain, lebih sering menyendiri di kamarnya, menjawab dengan satu dua kata, entah bagaimana terasa lebih jauh daripada sebelumnya. Tidak ada badai yang harus ditanggapi, tidak ada yang menuntut perhatianmu, hanya satu peredupan yang perlahan pada anak yang dulu kamu kenal. Dan karena ia berlangsung diam-diam, mudah saja membiarkannya berlalu, mengatakan pada diri sendiri bahwa dia cuma capek, cuma sedang tumbuh besar, cuma sedang melewati satu fase.

Menarik diri setelah perpisahan sebenarnya respons regulasi yang sama seperti kemarahan, hanya saja lebih sunyi. Kalau anak yang marah mendorong perasaan yang membanjir itu ke luar, anak yang menarik diri menariknya ke dalam, menjadi diam dan mengecil untuk mengelola apa yang belum bisa dia proses. Ia meminta pembacaan yang sama seperti kemarahan, perilaku sebagai informasi tentang keadaan batin, dan ia meminta satu jenis kehadiran yang sabar dan tanpa tekanan.

Menarik diri juga sebuah strategi bertahan

Saat sebuah perasaan terlalu besar untuk dipegang, anak mengelolanya dengan cara yang tersedia menurut temperamennya. Sebagian melampiaskannya ke luar, dalam bentuk kemarahan dan tingkah yang meledak. Sebagian lain memasukkannya ke dalam, menjadi pendiam, mengecilkan dunia mereka, berundur ke dalam diri. Keduanya adalah upaya mengatasi sesuatu yang membanjir. Anak yang menarik diri bukannya merasa lebih sedikit daripada anak yang marah. Mereka sedang menangani jenis kewalahan yang sama, ke arah yang berlawanan.

Setelah perpisahan, menarik diri bisa membawa duka, kesedihan, kecemasan, atau rasa kewalahan yang anak atasi dengan mengurangi input. Mundur dari dunia adalah cara mengelola keadaan ketika dunia sudah menjadi terlalu banyak. Anak jadi pendiam karena diam terasa lebih aman daripada banjir yang akan dia rasakan kalau dia tetap terbuka sepenuhnya. Pergi ke kamar, menjadi diam, menarik ke dalam, adalah cara membendung sesuatu yang belum bisa dia pegang dengan cara lain.

Jadi kesunyian itu adalah informasi, sama seperti kemarahan. Ia sedang memberitahumu bahwa anakmu sedang memikul sesuatu. Kenyataan bahwa ia tidak dramatis tidak membuatnya kurang penting. Dalam beberapa hal justru membuatnya lebih penting, karena ia jauh lebih mudah terabaikan.

Risiko anak yang mudah terlewat

Inilah bahaya yang sebenarnya dari menarik diri. Ia nyaman. Anak yang pendiam dan tidak menuntut tidak mengganggu rumah tangga, tidak butuh pengelolaan terus-menerus, tidak menarik-narik orang tua yang sudah kewalahan. Dalam masa-masa melelahkan setelah perpisahan, anak yang dengan tenang mengurus dirinya sendiri dan tidak meminta apa-apa bisa terasa, pada tingkat tertentu, seperti sebuah kelegaan. Dan karena itu, sikap menarik dirinya bisa luput dari perhatian dan tidak tertangani, dengan cara yang tidak akan pernah terjadi pada perilaku anak yang marah.

Ini perlu disebut dengan jujur, karena anak yang menarik diri bisa tergelincir justru ketika orang tua sedang paling kehabisan tenaga. Roda yang berderit mendapat perhatian; yang diam dibiarkan sendiri, dan itu kebalikan dari yang dia butuhkan. Anak yang menarik diri bukan anak yang "tidak merepotkan" yang baik-baik saja. Mereka anak yang sedang mengelola kesusahan dengan cara yang kebetulan tidak merepotkan siapa pun, dan mereka tetap butuh kamu untuk memperhatikan mereka, mungkin lebih dari anak yang membuat dirinya mustahil diabaikan.

Jadi tugas pertama hanyalah melihatnya. Mencatat bahwa kesunyian itu adalah sesuatu, bukan ketiadaan. Menahan tarikan, sebisa apa pun dimaklumi, untuk bersyukur atas anak yang gampang lalu membiarkannya begitu saja. Anak yang menarik diri butuh kamu mendekat kepadanya meski dia tidak memintanya.

Hadir tanpa tekanan

Begitu kamu menyadarinya, naluri yang muncul sering kali ingin menarik anak itu keluar, menanyakan ada apa, membuatnya bicara. Tapi mendesak anak yang menarik diri supaya membuka diri biasanya malah menjadi bumerang. Sikap menarik diri adalah pengunduran yang melindungi, dan orang tua yang mendorong-dorong di pintu cenderung membuat anak menarik diri makin dalam. Ada apa sih? Cerita dong ke Bunda. Kok kamu diam terus? mendarat sebagai tekanan, dan tekanan adalah kebalikan dari yang membuat anak yang sudah mundur merasa cukup aman untuk keluar.

Yang lebih ampuh adalah hadir tanpa tekanan. Berada di dekatnya tanpa menuntut dia memperagakan keterbukaan. Duduk di ruangan yang sama. Melakukan kegiatan yang tenang di sampingnya. Menawarkan teman yang santai yang tidak menuntutnya bicara. Anak yang menarik diri sering muncul kembali bukan ketika diminta, tapi ketika dia merasakan kehadiran yang mantap dan tidak menuntut, yang membuatnya aman untuk muncul.

Ini kadang disebut menjadi tersedia alih-alih mengganggu. Lewat kedekatanmu yang mantap, kamu memperjelas bahwa kamu ada, bahwa kamu tidak ke mana-mana, bahwa tidak ada tekanan tapi pintunya terbuka. Bunda duduk di sini sebentar sama kamu, ya. Tanpa agenda. Anak yang merasakan kehadiran yang bisa diandalkan dan sabar itu sering mulai, dalam waktunya sendiri, hanyut kembali ke arah kedekatan, dan kadang, pada akhirnya, mau bicara, ketika bicara menjadi idenya sendiri, bukan tuntutanmu.

Kegiatan bersama lebih membantu daripada percakapan langsung bagi banyak anak yang menarik diri. Memasak sesuatu bersama, jalan-jalan, main, mengerjakan satu tugas berdampingan. Kedekatan terjadi lewat aktivitas itu, secara menyamping, tanpa lampu sorot percakapan "ayo bahas perasaanmu" yang sering terasa tak tertahankan bagi anak yang menarik diri. Banyak anak akan bercerita lebih banyak sambil mengupas kacang atau menendang bola daripada saat duduk berhadapan di meja ditanya bagaimana perasaannya.

Sebuah fase atau sebuah pola

Sebagian sikap menarik diri setelah perpisahan itu wajar dan akan berlalu. Anak menyelam ke dalam untuk sementara waktu sambil dia memproses, lalu, dengan kehadiran yang sabar dan mantap, perlahan kembali. Inilah kasus yang umum, dan ia tidak butuh kepanikan, hanya perhatian.

Tapi ada gunanya mencermati perbedaan antara sebuah fase dan sebuah pola. Sikap menarik diri yang justru makin dalam alih-alih mereda, yang berlangsung berminggu-minggu atau berbulan-bulan tanpa ada kemunculan kembali, yang disertai sinyal-sinyal lain, hilangnya minat pada hal-hal yang dulu dia sukai, perubahan pola makan atau tidur, kehambaran yang tak kunjung terangkat, layak ditanggapi lebih serius. Menarik diri yang menetap dan makin dalam bisa bergeser menjadi sesuatu, seperti depresi pada anak atau kecemasan yang signifikan, yang terbantu oleh dukungan profesional. Artikel tentang kecemasan dan tentang terapi membahas kapan harus mencari bantuan itu.

Kamu tidak perlu mendiagnosis. Kamu perlu memperhatikan arah geraknya. Apakah kesunyian itu perlahan mereda sementara kehadiranmu yang sabar bekerja, atau apakah ia perlahan makin dalam meski kehadiran itu sudah ada? Yang pertama adalah fase untuk dipegang dengan lembut. Yang kedua adalah sinyal untuk menghadirkan lebih banyak dukungan, bukan karena kamu gagal, tapi karena sebagian anak butuh lebih dari sekadar kehadiran yang mantap untuk menemukan jalan pulang, dan mengusahakan bantuan itu untuk mereka adalah bagian dari pengasuhan yang baik, bukan tanda ketiadaannya.

Penutup

Anak yang menarik diri sedang mengelola rasa kewalahan dengan menariknya ke dalam, pasangan sunyi dari anak yang marah yang mendorong ke luar, dan ia sama-sama sebuah strategi bertahan seperti ledakan emosi mana pun. Risiko yang sebenarnya adalah anak yang pendiam dan tidak menuntut itu mudah terlewat justru ketika kamu sedang paling kehabisan tenaga, jadi tugas pertama adalah melihatnya dan tetap mendekat kepadanya. Tawarkan kehadiran tanpa tekanan, kedekatan yang mantap dan tidak menuntut serta kedekatan yang menyamping lewat kegiatan bersama, alih-alih mendesaknya membuka diri. Dan perhatikan arah geraknya, memegang fase yang akan berlalu dengan lembut sambil mencari lebih banyak dukungan untuk sikap menarik diri yang makin dalam alih-alih mereda.

Anak yang pendiam itu masih memikul sesuatu. Hal paling baik yang bisa kamu lakukan adalah memperhatikan kesunyian itu, dan duduk di sampingnya tanpa menuntutnya menjelaskan dirinya.

Anak yang tidak meminta apa-apa sering kali justru anak yang paling butuh kamu untuk mendekat. Perhatikan kesunyian itu, dan jangan keliru menganggapnya baik-baik saja.

Ini adalah materi swadaya yang mendukung, bukan nasihat medis, psikologis, atau hukum, dan bukan pengganti bantuan profesional yang berkualifikasi. Jika Anda atau anak Anda mungkin dalam bahaya, hubungi layanan darurat setempat.