dip
Belikan Kopi
Modul 01 · Tidur & waktu tidur

Saat waktu tidur tidak lagi berhasil

By the dip team · Clinical consultant: Pauline Sam, MD ·

0–34–78–1213–1710 menit baca
Saat waktu tidur tidak lagi berhasil

Saat waktu tidur tidak lagi berhasil

Modul 01 · Tidur & waktu tidur · Artikel 17 · Wave 3 · untuk semua usia


Delapan bulan berlalu, dan kamu sudah mencoba hampir semua yang disarankan artikel-artikel sebelumnya. Kamu sudah memegang ritualnya. Kamu sudah mengirim benda penenangnya setiap kali. Kamu sudah bicara dengan Co-Parent kamu. Kamu sudah mencatat tidurnya, kamu sudah memperhatikan jam bangunnya, kamu sudah memajukan waktu tidurnya dan kamu sudah memundurkannya. Jadwalnya sudah sama selama berbulan-bulan. Kamu dan Co-Parent kamu, masing-masing pada malam masing-masing, sama-sama melakukan hal yang masuk akal.

Tetap saja tidak berhasil.

Anak lima tahun itu masih menangis setiap kali waktu tidur. Atau anak sembilan tahun itu terjaga tiga kali semalam sejak musim hujan lalu. Atau anak empat belas tahun itu, tidurnya memang tidak pernah tertata ulang setelah rumah keduanya mulai berjalan, dan sekarang sudah delapan bulan dia menjalani malam-malam yang berantakan dan kemarahan di pagi hari.

Artikel ini untukmu.

Ini bukan artikel yang menyebutkan lebih banyak teknik. Artikel-artikel sebelumnya sudah mencakup hampir semua yang bisa dilakukan oleh teknik. Ini artikel yang membantu kamu bertanya, waktu tidurnya yang jadi masalah, atau tidur cuma ujung yang terlihat dari sesuatu yang lain? Saat penanganan biasa tidak berhasil, jawabannya sering kali yang kedua. Memberi nama pada sesuatu yang lain itu adalah langkah berguna yang pertama.

Artikel ini juga jujur soal apa yang tidak bisa dilakukannya. Kesulitan tidur yang menetap pada seorang anak bukan sesuatu yang bisa diselesaikan oleh sebuah artikel pengasuhan. Yang bisa dilakukan sebuah artikel adalah membantu kamu menentukan kapan saatnya memanggil seseorang yang bisa membantu, dan jenis bantuan apa yang perlu dicari. Artikel ini berusaha melakukan itu, dengan hati-hati.

Kapan harus menduga masalahnya lebih besar dari sekadar waktu tidur

Kamu mungkin sudah cukup lama melakukan hal-hal yang masuk akal. Pertanda kasar bahwa masalahnya mungkin lebih dalam daripada mekanisme waktu tidur:

  • Kamu sudah memegang ritual yang konsisten setidaknya 8 sampai 12 minggu tanpa perbaikan yang bisa diukur
  • Kesulitannya muncul di kedua rumah, bukan cuma di salah satu
  • Anaknya sendiri tampak tertekan oleh tidurnya, bukan cuma orang tuanya
  • Ada perubahan lain pada anak yang kamu perhatikan bersamaan dengan tidurnya (suasana hati, pola makan, pertemanan, sekolah, tubuh)
  • Yang dulu berhasil sekarang berhenti berhasil, dan tidak ada hal lain yang berhasil juga
  • Salah satu atau kedua orang tua sekarang juga kurang tidur sampai taraf fungsi di siang hari ikut terganggu

Kalau sebagian besar dari ini berlaku, masalah waktu tidur itu kemungkinan satu gejala dari sesuatu yang lebih besar. Memberi nama pada yang lebih besar itu adalah langkah berikutnya.

Enam kategori kemungkinan penyebabnya

Kategori-kategori ini saling tumpang tindih. Dipisahkan begini supaya jelas. Dalam kehidupan nyata, biasanya dua atau tiga muncul sekaligus.

1. Medis atau fisiologis. Apnea tidur (lebih umum pada anak daripada yang disadari, terutama pada anak dengan amandel membesar atau yang mengorok). Kekurangan zat besi. Sindrom kaki gelisah. Eksim atau kondisi kulit lain yang menimbulkan rasa tidak nyaman di malam hari. Asma. Masalah tiroid. Refluks. Salah satu dari ini saja bisa menghasilkan gangguan tidur menetap yang tidak akan diselesaikan oleh penanganan perilaku apa pun. Dokter spesialis anak semestinya jadi yang pertama dihubungi saat tidur terus berantakan, apa pun yang terjadi pada waktu tidur.

2. Kesehatan mental. Kecemasan adalah pemicu paling umum untuk penolakan waktu tidur dan terjaga di malam hari pada anak yang sudah lewat sekitar usia 5 tahun. Depresi pada remaja muncul sebagai perubahan tidur sebelum muncul sebagai hal lain apa pun. Respons trauma, termasuk duka yang rumit dari perpisahan itu sendiri, bisa memecah tidur selama berbulan-bulan atau bertahun-tahun. Psikolog anak atau psikiater anak adalah pihak yang tepat untuk ini. Makin awal hal ini diberi nama, makin baik hasilnya.

3. Tumbuh kembang saraf. ADHD yang belum terdiagnosis, autisme, perbedaan pemrosesan sensorik, dan perbedaan cara belajar, semuanya umum muncul disertai kesulitan tidur. Anak yang sistem sarafnya terkalibrasi secara berbeda mungkin butuh lingkungan tidur yang berbeda dari yang diasumsikan kebanyakan buku pengasuhan. Dokter spesialis anak atau spesialis tumbuh kembang bisa memulai asesmen. Ini lebih umum daripada yang sering disadari orang tua. Keluarga kami bukan tipe yang seperti itu bukan alasan yang baik untuk melewatkan asesmen.

4. Jadwalnya sendiri. Kadang jadwal antara kedua rumah, sebaik apa pun niatnya, memang tidak cocok untuk anak yang satu ini. Pola 50/50 seminggu di sini seminggu di sana mungkin terlalu panjang untuk anak 4 tahun. Pola 2-2-3 mungkin terlalu sering mengganggu untuk anak 7 tahun yang butuh konsolidasi. Jadwal yang cocok di usia 6 tahun bisa berhenti cocok di usia 9 tahun karena kehidupan sosial dan akademik anak itu sudah berubah. Tidur kadang jadi pertanda yang memberitahumu bahwa jadwalnya perlu ditinjau ulang. (Lihat Modul 06 (Jadwal & putaran) Artikel 01 tentang memilih jadwal.)

5. Lingkungan rumah. Apakah salah satu rumah terlalu berisik pada jam-jam yang penting itu? Apakah kamar tidurnya dipakai bersama saudara yang jadwalnya bertabrakan? Apakah ada pasangan atau anggota keluarga yang kehadirannya membuat anak sulit tenang? Apakah ada ketegangan yang berkelanjutan di rumah, antara orang tua atau antara orang tua dengan pasangan baru, yang sedang ditangkap oleh anak? Lingkungan rumah bisa diam-diam merusak tidur dengan cara yang bukan kesalahan siapa pun, tapi tetap nyata.

6. Kondisi orang tua. Ini kategori yang paling tidak nyaman, dan yang paling sering enggan dilihat oleh orang tua. Orang tua yang dirinya sendiri sangat kurang tidur, depresi, cemas, terlalu banyak minum, atau berduka atas perpisahan itu lebih dari yang dia sadari, akan menjalankan waktu tidur dengan cara yang dibaca sistem saraf anak sebagai tidak aman. Tidur anak tidak mungkin lebih teratur daripada tidur orang tuanya. Ini bukan soal menyalahkan. Ini soal apakah orang tuanya sendiri yang butuh bantuan.

Pemicu menetap yang khas keluarga dengan kedua rumah

Beberapa pola memang khas keluarga yang anaknya tinggal di kedua rumah dan layak diberi nama.

Transisinya terlalu pendek. Anak tiba di rumah orang tua yang menerimanya pukul 6 sore dan diharapkan sudah tidur pukul 8. Jedanya tidak cukup untuk penataan ulang sistem saraf. Kalau tidurnya konsisten buruk pada malam serah-terima, memperpanjang transisi (serah-terima lebih awal, waktu menenangkan diri yang lebih panjang pada malam-malam itu) bisa membantu.

Salah satu rumah jauh lebih aman daripada yang satunya dan anak tahu itu. Saat salah satu rumah punya masalah (orang dewasa yang tidak stabil, persoalan zat yang sedang aktif, gejolak yang terus berlanjut), tidur anak di rumah itu bisa terganggu demi alasan perlindungan. Ini anak yang sedang beradaptasi, bukan gagal. Masalah tidur di sini adalah masalah keamanan. Ini perlu disebut apa adanya.

Prinsip malam sebelum serah-terima tidak pernah benar-benar dijalankan. Kalau tidak ada orang tua yang mengerjakan persiapan malam sebelum serah-terima (Tidur 08), setiap transisi jadi lebih mengganggu keseimbangan anak daripada seharusnya. Ketidakseimbangan ringan yang berkelanjutan di sekitar separuh dari waktu-waktu tidur itu akan menumpuk selama berbulan-bulan.

Jadwalnya memang tidak pernah pas tapi tidak ada yang mau mengubahnya. Kadang jadwal awal ditetapkan pada masa paling bergejolak dalam perpisahan, oleh pengacara atau di bawah tekanan, dan sejak itu tidak ada yang meninjaunya lagi. Anak sudah dua tahun memberitahumu bahwa jadwalnya tidak cocok. Tidurnya adalah salah satu pesan itu.

Komunikasi tentang tidur antara kedua rumah selama ini mustahil dilakukan. Kalau kamu dan Co-Parent kamu belum bisa berbagi data soal tidur anak di kedua rumah, kalian berdua tidak melihat gambaran utuhnya. Pola yang akan terlihat jelas kalau informasinya dibagikan akan tetap tersembunyi.

Pertanyaan yang perlu dijawab sebelum memesan bantuan profesional

Sebagian dari ini bisa kamu kerjakan sendiri dulu. Periode pencatatan dua minggu, kalau dilakukan dengan serius, sering kali sangat menjelaskan banyak hal.

Selama dua minggu, catat untuk tiap malam:

  • Jam berapa anak naik ke tempat tidur
  • Jam berapa kamu melihatnya sudah tidur (kalau bisa kamu perkirakan)
  • Berapa kali dia terjaga, dengan jamnya
  • Jam berapa dia bangun pagi
  • Hal-hal tidak biasa di siang hari (sakit, stres sekolah, peristiwa besar, konflik dengan teman)
  • Apa pun yang kamu amati yang menunjukkan ada tekanan (lengket terus, menangis, enggan ke sekolah, perubahan pola makan)
  • Anak sedang berada di rumah yang mana

Minta Co-Parent kamu memberi data yang sama untuk malam-malamnya, dibingkai sebagai berbagi informasi. (Tidur 06 membahas cara berpijak pada data, bukan pada nilai, untuk percakapan seperti ini.)

Setelah dua minggu, yang sering kamu lihat adalah salah satu dari tiga hal:

  1. Sebuah pola yang menunjuk ke penyebab tertentu (selalu lebih buruk pada serah-terima hari Rabu, selalu lebih baik saat di rumah salah satu orang tua, selalu setelah hari olahraga di sekolah, hanya setelah minggu-minggu yang penuh ketegangan). Telusuri pola itu.
  2. Sebuah pola yang menunjuk ke salah satu kategori dari daftar di atas (terkait suasana hati, terkait lingkungan, terkait jadwal). Bawa ke profesional dengan datanya.
  3. Tidak ada pola yang jelas, hanya kesulitan yang menetap. Ini juga informasi yang berguna. Bawa ke profesional dengan datanya.

Datang ke dokter spesialis anak atau psikolog dengan data tidur yang terstruktur selama dua minggu akan mengubah percakapannya. Mereka punya sesuatu yang konkret untuk dikerjakan. Tanpa itu, pertemuannya jadi sekadar daftar gambaran yang samar, dan instruksi pertama sang profesional sering kali, datang lagi sebulan lagi dengan catatan tidur.

Profesional jenis apa

Titik awal untuk hampir setiap masalah tidur yang menetap adalah dokter spesialis anak. Mereka bisa menyingkirkan penyebab medis, merujuk ke spesialis lain kalau perlu, dan sering punya pemahaman yang jelas mana yang soal tumbuh kembang dan mana yang bukan. Di Indonesia, kamu bisa mulai dari dokter di Puskesmas atau klinik, lalu minta rujukan ke dokter spesialis anak di RSUD lewat jalur BPJS Kesehatan, atau langsung ke dokter spesialis anak di rumah sakit swasta kalau itu pilihanmu. Jalur BPJS biasanya lebih terjangkau tapi antreannya lebih panjang; jalur swasta biasanya lebih cepat tapi lebih mahal.

Untuk persoalan kesehatan mental, minta dokter spesialis anak memberi rujukan ke psikolog anak atau psikiater anak yang berpengalaman menangani transisi keluarga. Transisi keluarga itu istilah yang sebaiknya kamu pakai. Perpisahan dan perceraian kadang menyaring rujukan ke terapis yang mengkhususkan diri pada proses perceraian orang dewasa, bukan pada kesejahteraan anak.

Untuk persoalan jadwal, seorang mediator keluarga bisa meninjau ulang pengaturannya dengan kesejahteraan anak sebagai pusatnya. (Modul 09 (Mediasi & bantuan pihak ketiga) membahas peninjauan jadwal lebih mendalam.)

Untuk asesmen tumbuh kembang saraf, waktu tunggunya sering kali panjang. Mulailah proses rujukannya sejak awal.

Untuk kondisi dirimu sendiri, mohon pertimbangkan dokter atau terapismu sendiri. Orang tua yang dirinya sedang berjuang tidak bisa menjalankan waktu tidur dengan baik, dan berpura-pura sebaliknya menelan biaya yang lebih besar bagi anak daripada yang dihemat orang tua.

Waktu tunggu untuk kesehatan mental anak dan asesmen tumbuh kembang saraf sangat berbeda-beda, tergantung apakah kamu lewat jalur layanan publik atau swasta. Jalur layanan publik lewat surat rujukan dari dokter Puskesmas bisa memakan waktu berminggu-minggu atau berbulan-bulan. Jalur swasta biasanya lebih cepat tapi lebih mahal. Mulailah rujukan mana pun yang bisa kamu mulai.

Apa yang bisa dilakukan sambil menunggu

Bantuan sering butuh waktu berminggu-minggu atau berbulan-bulan untuk terwujud. Waktu tidurnya terjadi malam ini juga. Ada beberapa hal yang bisa menjaga pijakan sementara kamu mengerjakan gambaran yang lebih dalam.

Jangan menambah variabel baru. Ini bukan saatnya memulai metode tidur baru, mengganti kamar, mengganti jadwal, mengganti benda penenang, atau memajukan waktu tidur 90 menit. Pegang apa yang sudah kamu jalankan. Profesional yang nanti kamu temui perlu menilai gambaran yang stabil.

Turunkan standar untuk hari itu. Anak yang tidurnya buruk akan lebih sedikit menoleransi, lebih sedikit belajar, lebih sedikit makan. Rencanakan dengan itu di kepalamu. Kurangi kegiatan. Kurangi adu argumen soal PR. Kurangi tuntutan di pagi hari. Simpan tenaga untuk waktu tidurnya sendiri.

Pegang hubungannya, di atas aturannya. Bahkan saat waktu tidur sedang berjalan buruk, anak harus tahu bahwa dia disayang dan kamu tidak marah padanya karena tidak bisa tidur. Bunda tahu sekarang ini berat. Bunda di sini. Kita cari jalannya sama-sama. Kalimat ini memegang lebih banyak daripada yang bisa dipegang aturan pada titik ini.

Cari bantuan untuk dirimu sendiri. Meski dukungan profesional untuk anak butuh waktu untuk datang, kamu bisa mulai mencari bantuan untuk dirimu sendiri sekarang. Seorang dokter. Seorang terapis. Seorang teman yang pernah melaluinya. Kondisi dirimu sendiri adalah variabel dalam waktu tidur anak yang benar-benar dalam jangkauanmu.

Jujurlah dengan Co-Parent kamu. Aku sudah kewalahan soal ini. Kayaknya kita butuh bantuan profesional. Bisa kita lihat ini bareng? Ini berat untuk diucapkan, apalagi saat komunikasi antara kedua rumah sedang tegang. Tapi ini juga langkah yang sering membuka jalan dari kebuntuan. Dua orang tua yang sama-sama meminta bantuan punya bobot lebih daripada satu orang saja.

Penutup

Kesulitan tidur yang menetap pada seorang anak dari keluarga yang berpisah, lebih sering daripada yang disadari orang tua, adalah tanda bahwa sistem keluarga butuh perhatian di luar sekadar waktu tidur. Artikel-artikel dalam modul ini bisa membawa keluarga melewati sebagian besar gangguan biasa. Sebagian keluarga butuh lebih dari itu.

Kalau kamu sudah delapan bulan menjalani ini dan waktu tidurnya tidak kunjung membaik, kamu tidak sedang gagal. Kamu sedang melihat sesuatu yang tidak bisa dijangkau oleh penanganan-penanganan sebelumnya. Menyebutnya apa adanya adalah langkah berguna yang pertama. Menghadirkan seseorang yang bisa membantu adalah yang kedua.

Waktu tidur malam ini mungkin akan berat. Pegang apa yang bisa kamu pegang. Bersikaplah lembut pada anakmu. Bersikaplah lembut pada dirimu sendiri. Jangan bawa bentuk kegagalannya ke dalam cara kamu bicara dengannya besok pagi. Besok, kerjakan langkah untuk mencari bantuan.

Ini akan butuh waktu. Sebagian besar keluarga yang menjalani ini berhasil melaluinya. Anak yang kamu kenal dulu masih ada di dalam sana, dan kerja itu, kalau dilakukan dengan sabar, membantunya menemukan kembali jalan pulang ke tidur.

Malam ini, pegang saja garisnya. Besok, mintalah bantuan.

Ini adalah materi swadaya yang mendukung, bukan nasihat medis, psikologis, atau hukum, dan bukan pengganti bantuan profesional yang berkualifikasi. Jika Anda atau anak Anda mungkin dalam bahaya, hubungi layanan darurat setempat.