Tahun ajaran yang berjalan baik
By the dip team · Clinical consultant: Pauline Sam, MD ·

Tahun ajaran yang berjalan baik
Modul 03 · Rutin usia sekolah · Artikel 30 · Wave 3 · 4–7, 8–12
Akhir tahun ajaran. Rapor dari sekolah tergeletak di meja dapur. Anakmu ada di luar, di teras, dengan baju santai libur kenaikan kelas, tidak melakukan apa-apa yang khusus.
Kamu berdiri di dapur dan membaca rapor itu. Tahun yang menyenangkan. Sudah betah dan terlibat. Sudah punya teman-teman dekat. Membacanya bagus. Matematikanya terus berkembang. Senang mengajarnya. Nilai akademik di satu sisi, catatan karakter di sisi lain, persis seperti rapor pada umumnya.
Itu rapor yang biasa. Kebanyakan rapor memang biasa. Tapi justru kebiasaan rapor inilah yang menarik perhatianmu.
Setahun yang lalu, kamu tidak yakin tahun ini akan berjalan bagaimana. Perpisahan itu masih baru. Susunan rumah baru saja menetap. Co-Parent dan kamu masih saling mencari lagi sebagai orang tua, dalam bentuk yang baru. Anakmu sudah melewati banyak hal. Tahun ajaran di depan terasa seperti sebuah tanda tanya.
Sekarang sudah selesai. Dan tahun itu berjalan. Bukan secara heroik. Hanya secara stabil.
Artikel ini tentang tahun ajaran yang berjalan baik. Pandangan reflektif ke belakang. Apa yang ditunjukkannya soal kerja yang masuk ke dalamnya. Apa yang layak diingat saat tahun berikutnya dimulai.
Ini artikel kedua dari belakang dalam modul ini. Yang berikutnya adalah artikel penutup. Bersama-sama keduanya membentuk penutup reflektif modul usia sekolah.
Seperti apa tahun yang berjalan baik
Kebanyakan tahun ajaran yang berjalan baik tidak terlihat seperti keberhasilan yang dramatis.
Wujudnya begini.
Tas sekolah berpindah di antara kedua rumah hampir setiap hari. Kadang yang dikemas barang yang keliru. Tapi kebanyakan yang benar.
PR selesai dikerjakan. Kadang di satu rumah; kadang di rumah satunya. Kadang selesai malam sebelumnya; kadang selesai terburu-buru di angkot atau jemputan pagi-pagi. Yang penting selesai.
Gurunya mengenal anakmu. Gurunya punya gambaran tentang siapa anakmu, apa yang dia butuhkan, bagaimana cara mendukungnya. Hubungan antara guru dan anak itu stabil.
Kedua orang tua hadir setidaknya di sebagian acara sekolah yang lebih besar. Mungkin tidak di setiap pertemuan dengan wali kelas; mungkin tidak di setiap upacara. Tahun itu menampilkan kedua orang tua dalam kehidupan sekolah anak.
Anakmu punya teman. Atau tetap punya teman. Atau pulih dari pertemanan yang berakhir. Lapisan pertemanan di sekolah berjalan.
Anakmu pulang ke rumah hampir setiap hari dalam keadaan yang cukup tenang. Kadang lelah. Kadang uring-uringan. Tapi kebanyakan baik-baik saja.
Ada beberapa momen yang sulit. Satu minggu yang berat. Mungkin satu semester yang berat. Hal-hal yang tidak berjalan mulus. Semuanya bisa dilalui. Tahun itu terus berlanjut.
Serah-terima berjalan sesuai jadwal. Tidak sempurna. Dengan beberapa penyesuaian. Sistemnya bertahan.
Begitu saja. Seperti itulah wujud tahun ajaran yang berjalan baik.
Apa yang tidak terlihat dalam tahun yang berjalan baik
Yang menarik dari tahun yang berjalan baik adalah bahwa kerja yang membuatnya berjalan itu sebagian besar tidak terlihat.
Tas terkemas karena ada yang mengemasnya. Serah-terima terjadi karena orang tua yang sedang bertugas mengatur soal penjemputan. Bekal terbungkus karena ada yang membungkusnya. Pesan dari guru terbaca karena ada yang membacanya. Acara sekolah terhadiri karena ada yang mengatur kehadirannya.
Semua ini berlangsung terus-menerus, sering kali di belakang layar, sering kali tanpa pengakuan. Kedua orang tua mengerjakan bagian masing-masing. Kadang satu orang tua mengerjakan lebih banyak; kadang yang satunya. Usaha yang terkumpul itu nyata, sekalipun tidak ada satu momen pun darinya yang dramatis.
Di banyak keluarga Indonesia, ada juga tangan-tangan lain yang ikut di dalamnya. Asisten rumah tangga yang menyiapkan bekal dan seragam. Kakek-nenek yang menjemput dari sekolah, mengawasi PR, atau menampung anak saat kedua orang tua sedang sibuk. Kerja itu jarang dihitung, padahal nyata.
Saat kamu menengok kembali tahun yang berjalan baik, sempatkan sejenak untuk melihat apa yang biasanya tidak kamu lihat. Seratus perbuatan kecil yang, bersama-sama, membuat tahun itu mungkin terjadi.
Kamu yang melakukannya. Co-Parent yang melakukannya. Kalian berdua, di rumah masing-masing, menjaga sistem tas-dan-sekolah-dan-rutin itu tetap berjalan. Anakmu menyadarinya lebih sedikit daripada yang kamu kira. Anakmu juga menerima manfaat dari setiap bagiannya.
Ini layak diakui dengan tenang. Bukan untuk dirayakan. Untuk dirimu sendiri. Untuk kerja yang sudah kamu lakukan.
Bagian Co-Parent
Tahun yang berjalan baik itu mencakup kontribusi Co-Parent.
Tas yang dia kemas Minggu malam untuk Senin pagi. PR yang dia bantu Rabu malam. Acara sekolah yang dia hadiri. Email dari guru yang dia baca. Les matematika yang dia urus. Masalah pertemanan yang dia bantu anak lalui.
Kerjanya berlangsung di rumahnya, sering kali tidak terlihat olehmu. Mungkin kamu menyadari sebagiannya (perlengkapan olahraga yang tertata rapi saat serah-terima; PR yang sudah selesai; anak yang datang ceria Senin pagi). Mungkin kamu melewatkan sebagian besarnya.
Co-Parent mengerjakan bagiannya. Tahun yang berjalan baik itu mencakup hal itu.
Ini juga layak diakui. Tidak harus diucapkan keras-keras. Pengakuannya bisa cukup dalam hati. Tapi menyadari apa yang dia lakukan adalah satu bentuk perbaikan, satu perawatan kecil yang terus berjalan pada hubungan co-parenting. Hubungan antara orang tua adalah hal yang terpisah dari kemitraan antara dua orang dewasa yang sudah berakhir; hubungan keorangtuaan itu terus berlanjut, dan mengakui kerja Co-Parent membuatnya tetap hidup.
Kalau kamu dan Co-Parent masih cukup bisa saling bertegur sapa, satu pesan singkat di akhir tahun adalah langkah yang baik. Semoga tahunmu juga berjalan baik. Kita berhasil melewatinya. Dia mengalami tahun yang bagus. Terima kasih untuk semua yang sudah kamu lakukan. Tidak berlebihan. Jujur saja.
Kalau kalian belum bisa saling bertegur sapa, simpan pengakuan itu dalam hati. Tetap saja bermakna.
Apa yang dipikul anak
Tahun yang berjalan baik dari sudut pandang orang tua juga merupakan tahun yang dipikul oleh anak.
Anakmu berangkat sekolah setiap hari. Dia melalui jadwalnya. Dia mengemas tasnya (dengan bantuan). Dia mengerjakan PR-nya (dengan bantuan). Dia membangun pertemanan. Dia menjaga hubungan-hubungannya di kedua rumah. Dia menjalani serah-terima. Dia menghadapi para guru. Dia menghadapi cuaca sehari-hari kehidupan usia sekolah.
Kontribusi anak adalah yang utama. Kerja yang dilakukan orang tua adalah dukungan terhadap apa yang dilakukan anak.
Ini layak disadari. Anak-anak sering dipuji (atau disalahkan) atas hasil yang sebenarnya menjadi tanggung jawab orang dewasa. Yang sebaliknya juga layak dilakukan; orang tua sering mengambil pujian atas hasil yang dicapai anak lewat usaha mereka sendiri yang tekun.
Kalau anakmu menjalani tahun ini dengan baik, dia yang menjalaninya. Kamu mendukungnya. Keduanya sama-sama penting.
Kamu bisa memberitahunya. Tahunmu bagus. Kamu sudah berusaha keras. Bunda bangga sama kamu. Diucapkan sederhana, tidak sering. Anakmu tahu.
Momen-momen sulit di dalam tahun yang baik
Tahun ajaran yang berjalan baik tetap mengandung momen-momen sulit.
Pagi yang buruk waktu kamu membentaknya. Minggu waktu dia pulang lesu dari sekolah karena alasan yang tidak bisa kamu kenali. Pertengkaran dengan Co-Parent soal pilihan sekolah. Kekecewaan waktu dia tidak diundang ke pesta ulang tahun. Malam waktu dia tidak bisa tidur sebelum ulangan matematika.
Hal-hal ini ada di dalam setiap tahun yang berjalan baik. Mereka tidak mengurangi keberhasilan tahun itu. Mereka bagian darinya.
Pandangan ke belakang menghaluskan momen-momen sulit itu. Dari sudut pandang akhir tahun, minggu yang berat pada bulan November itu nyaris tidak terlihat. Dari dalam minggu yang berat pada bulan November itu, sudut pandang akhir tahun terasa mustahil. Kedua sudut pandang itu sama-sama nyata.
Saat kamu menengok kembali tahun yang berjalan baik, jangan menghapus momen-momen sulit itu. Mereka bagian dari bagaimana tahun itu berjalan. Mereka mengajarkan sesuatu pada anak. Mereka mengajarkan sesuatu padamu. Mereka bagian dari teksturnya.
Tahun yang tidak berjalan
Satu catatan. Sebagian tahun ajaran memang tidak berjalan.
Keadaan rumah memang sulit. Anak kesulitan. Pertemanan retak. Tidur tidak stabil. Guru dan anak tidak cocok. Co-Parent dan kamu bertengkar sepanjang tahun. Nilainya turun. Serah-terima jadi kacau.
Kalau tahunmu adalah tahun seperti itu, refleksi penutup ini bukan tentang apa yang berjalan. Ini tentang apa yang tidak berjalan, dan apa yang perlu diubah.
Jangan menyalahkan dirimu sendiri. Sebagian tahun memang sulit. Sebagian lebih sulit dari yang lain.
Apa yang bisa dilakukan.
Sebutkan apa yang tidak berjalan. Secara spesifik. Rutin pagi berantakan. Komunikasi dengan sekolah terputus. Co-Parent dan kamu tidak bisa berkoordinasi. Apa pun masalah yang sebenarnya.
Tentukan satu atau dua perubahan untuk tahun depan. Bukan sepuluh. Satu atau dua. Satu perubahan spesifik yang menyasar masalah terbesar.
Cari bantuan kalau perlu. Guru BK, terapis keluarga, atau mediator bersama Co-Parent. Tahun depan tidak harus seperti yang ini.
Bicara dengan anak kalau usianya sudah cukup. Tahun ini ada bagian yang berat. Kita sudah berusaha membenahinya. Tahun depan kita akan melakukan [perubahan spesifik]. Anakmu tahu tahun itu berat; dia menghargai saat orang tua menyebutkannya.
Tahun yang tidak berjalan kadang diikuti oleh tahun yang berjalan. Kerja untuk sampai ke sana nyata, tapi bisa dicapai.
Memandang ke depan
Libur kenaikan kelas ada di depan. Lalu tahun ajaran berikutnya.
Kamu tidak perlu merencanakan tahun berikutnya sekarang. Liburan ini untuk beristirahat. Bentuk tahun ajaran baru nanti akan muncul dengan sendirinya.
Tapi peganglah apa yang berjalan dari tahun ini. Rutin-rutin yang bertahan. Percakapan antara kamu dan Co-Parent yang berjalan baik. Para guru yang mendukung. Kemampuan anakmu yang terus tumbuh. Inilah fondasi yang akan menjadi tumpuan tahun berikutnya.
Kalau kamu ingin menuliskan sesuatu, tuliskan saja. Sebuah daftar sederhana. Apa yang berjalan tahun ini: lalu poin-poinnya. Apa yang ingin kupertahankan: lalu beberapa hal. Apa yang ingin kuubah: lalu satu atau dua. Daftar itu untukmu. Tidak harus dibagikan.
Tahun berikutnya akan punya bentuknya sendiri. Sebagian dari apa yang berjalan tahun ini mungkin tidak berjalan tahun depan (anak bertumbuh; jadwal bergeser; sekolahnya berubah). Sebagian dari apa yang tidak berjalan tahun ini mungkin selesai dengan sendirinya seiring semua orang makin matang.
Kerjanya adalah tetap stabil, hadir, penuh perhatian. Kerjanya bukan mengendalikan segalanya. Kerjanya adalah hadir untuk perbuatan-perbuatan kecil yang berulang sepanjang tahun ajaran, lagi, di tahun berikutnya, berdampingan dengan Co-Parent, dengan anak sebagai pusatnya.
Akhir hari itu
Kamu berdiri di dapur dengan rapor di tangan. Anakmu di luar, tidak melakukan apa-apa.
Kamu keluar membawa dua gelas air dingin. Kamu memberinya satu. Kamu duduk di tepi teras.
Tahunmu bagus ya, Nak.
Iya.
Kamu sudah berusaha keras.
Iya.
Kamu duduk di situ sebentar. Liburan baru saja dimulai. Cahaya senja menjelang maghrib terasa lembut sesudah gerimis sore tadi. Anakmu ada di sini. Tahun itu sudah selesai.
Tahun itu berjalan. Bukan karena ada usaha yang dramatis. Karena seratus gerak kecil yang biasa, diulang-ulang, di antara kedua rumah, dengan anak ini sebagai pusatnya. Kamu mengerjakan bagianmu. Co-Parent mengerjakan bagiannya. Para guru mengerjakan bagiannya. Anaklah yang paling banyak mengerjakan.
Tiga bulan dari sekarang, tahun berikutnya dimulai. Untuk saat ini, tahun ini terbentang, lengkap. Satu tahun ajaran, dalam kehidupan co-parenting, yang berjalan.
Kamu duduk di tepi teras. Kamu meminum airmu. Anakmu mengamati seekor burung.
Beginilah wujud tahun yang baik, pada akhirnya. Satu sore biasa, dengan seorang anak yang baik-baik saja. Ditopang oleh kedua rumah. Ditopang oleh sekolah yang mengenalnya. Ditopang olehmu. Kerja yang tekun dan tidak megah dari co-parenting usia sekolah, disaring menjadi satu sore yang tenang di penghujung sebuah tahun.
Teras itu tidak peduli ini akhir tahun ajaran. Burung itu tidak peduli. Anakmu menyadarinya dan tidak berkata apa-apa. Tahun yang berjalan baik adalah sesuatu yang tenang dengan sendirinya.
Penutup
Kamu duduk di situ sebentar lagi. Lalu kamu masuk kembali ke dalam.
Ini adalah materi swadaya yang mendukung, bukan nasihat medis, psikologis, atau hukum, dan bukan pengganti bantuan profesional yang berkualifikasi. Jika Anda atau anak Anda mungkin dalam bahaya, hubungi layanan darurat setempat.